Album Blunder Smashing Pumpkins

‘Knights Of Malta’ menjadi ujaran awal yang tidak seperti album The Smashing Pumpkins pada umumnya, terlalu tertata.

Billy Corgan sebenarnya sudah merasa tua dan ingin menanggalkan kecongkakan era lampau si pangeran kegelapan alternatif ini di dalam karya-karya terbaru dia bersama The Smashing Pumpkins. Hal itu terukir dalam lagu ‘Silvery Sometimes’ yang cukup memukau, dan terdengar seperti menjadi perwakilan karya satu-satunya band ini dalam merepresentasikan masa jaya dan berbagai era keemasan mereka di zaman lalu.  ‘Travels’ juga lumayan berhasil membuat kuping mendelik, namun tetap jengah, karena bagi die hard fans lagu ini agak manis.

Beranjak ke ‘Solara’, ‘Alienation’, ‘Marchin On’, ‘With Sympathy’, terdengar seperti album usang yang penuh spekulasi dan lumayan membuat drop para penggemar otentik The Smashing Pumpkins. Terlalu keras dan tidak jelas.

Billy Corgan mulai kebingungan. Dia terjebak di tengah-tengah, di antara keinginan untuk tetap mengusung warna-warna orisinil The Smashing Pumpkins, atau memberi suntikan sound-sound baru tanpa melepaskan kebesaran album “Gish”, “Siamese Dream”, maupun “Mellon Collie and the Infinite Sadness”.