Ketika John Mayer Meluluhkan Hati Seluruh Perempuan di Dunia Melalui “Continuum”

Dia merupakan salah satu John yang paling didambakan segala perempuan di seluruh dunia. Kebrilianannya dalam menelisik lirik berhasil memukau keceriaan dunia pop era 2000-an. Kemudian ketampanannya menjadi bonus yang turut serta memberi keberuntungan ganda bagi dirinya.

Lagu ‘Waiting On the World to Change’ seperti kembali mempopulerkan blues pop dasawarsa super lampau ke dekade 2000, namun dalam kemasan yang lebih modern dan tekstur yang positif. Sementara ‘I Don’t Trust Myself’ berhasil menjadi antitesis lirik-lirik penuh harapan John Mayer. Di luar itu, ‘Belief’ juga menjadi sintesa yang memukau, melalui kepiawaian John dalam memintal nada-nada galau ke dalam aransemennya.

‘Gravity’ menjadi nilai lebih dalam album “Continuum”, yang menguak blues dengan penyampaian yang hangat sekaligus mengundang tidur. Pas untuk mengajak melakukan kegiatan seks di waktu gabut. ‘Vultures’ pun menjadi standar ganda John Mayer dalam membuat lagu. Tidak pernah ribet, biasa saja, namun tetap membuat penggemar pop akan sedikit kecanduan, untuk terus berkutat dengan lagu-lagu selanjutnya seperti ‘Stop This Train’, ‘Slow Dancing in a Burning Room’, ‘Bold as Love’, hingga ‘Repair’.

John Mayer adalah legenda. Dia memadukan blues dengan musik pop dengan cara yang sederhana namun serius. Penuh nyawa, dan akan membuat namanya tetap harum hingga akhir hayat.