Manglayang Sundanese Resto Bawa Kesejukan di Selatan Jakarta

Episode Kuliner Pesona Manglayang merupakan sebuah perjalanan kuliner ke sebuah restoran Sunda bernama Manglayang Resto yang berada di kawasan Cilandak KKO Jakarta Selatan. Tempatnya sejuk, bak berada di sebuah tempat perpaduan Lembang dan Puncak. Bayangkan, rumah makan ini berada di Jakarta. Edun.

Episode Kuliner Pesona Manglayang dimulai dengan iringan ‘Money For Nothing’ Dire Straits yang menghentak pelan tapi memburu yang keluar dari speaker tape mobil saya, di mana saya meluncur berjibaku dengan kemacetan dari arah Talavera Building menuju kawasan KKO Cilandak, lalu memutar balik sebelum lampu merah Ragunan, kemudian masuk ke gedung Cibis Nine, lalu keluar lagi dari situ, belok kanan jalan, demi short cut menuju Manglayang Resto yang berlokasi sama dengan Driving Range Marinir Cilandak. Saya dengar beberapa tahun lalu sebelumnya mereka sempat ada, dan off untuk direnovasi. Keinginan untuk makan di tempat ini berdasarkan rasa penasaran yang cukup menggebu-gebu, karena beberapa kali melihat teman-teman upload foto #MakanDiManglayang pada Instagram mereka, dan saya ngiler dengan beberapa menu yang hilir mudik di timeline mereka. Bukan hanya itu, mereka juga merekomendasikan beberapa makanan seperti Tulang Jambal, Sambal dadak, Empal, dan Gurame Goreng-nya yang cihuy. Saya berangkat sendiri, namun janjian dengan 2 teman untuk bertemu langsung di Manglayang.

Ternyata mereka sampai terlebih dahulu, tak dinyana, Gurame Goreng sudah tersaji dengan seksi, dan tidak utuh lagi, alias tinggal seperempat badan. Hehe. Saya comot, lalu dicocol ke Sambal, dan hasilnya ternyata di luar ekspektasi, as known as enyak banget! Setelah screening menu beberapa saat, dengan keyakinan penuh saya memesan: Nasi Liwet, Ayam Goreng, Gurame Goreng (again!), lalapan, dan teh hangat. Tidak perlu menunggu waktu lama, Tadaaaa, semua pesanan tersaji dengan hangat. Kuregukan teh hangat terlebih dahulu, kemudian kutebar potongan Ayam Goreng di atas Nasi Liwet-nya, tak lupa kupilah-pilah Gurame Goreng, untuk dituang di atas Nasi Liwet-nya juga, kemudian setengah sambal kutumpahkan ke piring, setengahnya lagi dibiarkan tersisa di tempatnya untuk kepentingan cocol-mencocol. Setelah beberapa kali mengunyam, wuuut wuuut wuuut, semua masuk ke dalam perut dengan sempurna, dan hasilnya enak sadis! Bagiku ini adalah sebuah petualangan kuliner yang berbuah kesuksesan berkelas. Lebay ya? Gak apa-apa 😛 Karena untuk si militan pengunyah rasa Sunda like meh, masakan Sunda yang ditawarkan oleh Manglayang memiliki taste yang berkelas, mempertahankan keabadian rasa enak khas Sunda, dan jelas harga kompetitif-nya membuat saya jatuh cinta. Ya, begitulah selayang pandang Episode Kuliner Pesona Manglayang.