Destinasi Wisata Satu Ini Hanya Izinkan Wisatawan yang Pernah Kena Covid-19

Memasuki masa new normal, sejumlah tempat wisata perlahan mulai membuka gerbangnya untuk wisatawan. Meski sudah dibuka, pemberlakuan protokol kesehatan masih tetap dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona. Aturan jaga jarak, pemberian hand sanitizer, hingga menunjukkan surat keterangan sehat diberlakukan beberapa tempat wisata. Namun hal berbeda diberlakukan oleh salah satu destinasi wisata di Brasil. Kawasan Fernando de Noronha yang terkenal dengan keindahannya mengaharuskan para wisatawan yang datang untuk membuktikan jika mereka telah terinfeksi Covid-19.

Masa kenormalan baru (new normal) yang berlangsung kini mengantarkan banyak negara untuk membuka destinasi wisatanya untuk para wisatawan. Namun dengan pandemi Covid-19 yang belum selesai membuat banyak negara memberlakukan protokol kesehatan yang ketat untuk wisatawan internasional seperti menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dan meminta mereka untuk karantina mandiri ketika sampai ditujuan.

Namun kebijakan lain diberlakukan oleh sebuah destinasi wisata di Brasil. Sebuah kepulauan bernama Fernando de Noronha mengharuskan pengunjung yang masuk kesana menunjukkan jika mereka pernah terkena Covid-19 sebelumnya.

Kepulauan yang terletak di lepas pantai Brasil di negara bagian Pernambuco itu berencana membuka kembali gerbangnya bagi wisatawan asing mulai 1 September 2020 mendatang. Namun pembukaan ini terbatas hanya bagi mereka yang telah terjangkit Covid-19 dan telah dinyatakan sembuh.

Persyaratan Bagi Wisatawan

Dilansir dari Insider, untuk membuktikan jika telah terkena Covid-19, para wisatawan harus membawa hasil tes Covid-19 yang diambil lebih dari 20 hari sebelum kedatangan mereka. Jenis tes yang diperbolehkan antara lain, tes polymerase chain reaction (PCR) positif atau tes serologi yang biasa dikenal sebagai test antibodi.

Tes PCR dikenal sebagai salah satu pengujian yang dipakai untuk mengetahui positif atau tidaknya seseorang mengidap Covid-19. Batas 20 hari yang disebutkan sebelumnya berarti mereka yang dites positif virus corona seharusnya telah pulih.

Sementara tes antibodi dipakai untuk memeriksa apakah sistem kekebalan tubuh para wisatawan telah menciptakan antibodi khusus untuk melawan virus corona. Hal ini telah dikonfirmasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

“Antibodi dapat membutuhkan beberapa hari atau minggu unutk berkembang setelah pasien mengalami infeksi dan mungkin tinggal dalam darah pasien selama beberapa minggu atau lebih setelah pemulihan,” bunyi pernyataan CDC dilansir dari Insider.

Sementara itu, pejabat setempat mengumumkan penetapan kebijakan tersebut sebagai pencegahan virus corona ketika kawasan wisata Fernando de Noronha kembali dibuka unutk umum.

“Untuk tahap pertama pembukaan kembali, hanya turis yang telah terkena Covid-19 dan sudah sembuh serta kebal terhadap penyakit yang diizinkan masuk. Hal ini dikarenakan mereka tidak dapat menularkan atau terinfeksi (Covid-19) lagi,” ujar Guilherme Rocha, Pegawai Administrasi Kepulauan Fernando de Noronha dilansir dari Insider.

Sebagai informasi, Fernando de Noronha telah ditutup untuk wisatawan sejak pertengahan Maret lalu karena pandemi virus corona. Namun sejak Juli lalu, kawasan yang terkenal dengan pantainya yang alami dan masih asri itu telah membuka gerbangnya untuk wisatawan lokal. 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, Brasil tercatat sebagai negara nomor dua yang memiliki jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak di dunia. Sampai hari ini, sebanyak 3.908.272 orang di Brasil telah terinfeksi Covid-19 dan 121.381 diantaranya meninggal dunia.