Sudah Jelas Ganja Lebih Banyak Manfaatnya, Masih Saja Diperdebatkan

Mariyuana sejak dulu memang jadi perdebatan banyak pihak. Bagi sebagian orang, tumbuhan yang mengandung zat adiktif ini dipandang sebagai perusak generasi bangsa. Namun banyak yang tak menyadari bahwa ganja mampu menjadi solusi untuk melawan berbagai jenis penyakit.

Peneliti dari Virginia Commonwealth University pada 2013 lalu menunjukkan fakta bahwa senyawa dalam ganja bisa mencegah serangan epilepsi. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics itu menyebutkan, senyawa Cannabinoids bekerja dengan mengikat sel otak yang berfungsi mengatur rangsangan dan rasa tenang pada manusia.

Hal ini telah dibuktikan oleh produsen obat bernama GW Pharmaceutical. Dilansir dari CNN, perusahaan tersebut telah menguji 120 pasien epilepsi yang diminta untuk mengonsumsi obat yang mengandung ganja atau yang dikenal dengan sebutan Epidiolex. Hasilnya para pasien yang mengikuti uji coba tersebut mengalami penurunan intensitas kejang rata-rata hingga 39 persen. Temuan ini lebih besar dari obat yang biasa dipakai pengidap epilepsi yakni Placebo.   

Manfaat ganja lainnya bagi kesehatan untuk adalah untuk memerangi penyakit kanker. Pada 2015 lalu, Pemerintah Amerika Serikat telah mengakui khasiat ganja untuk menumpas penyakit mematikan tersebut. Sebuah studi yang dimuat di situs milik pemerintah Amerika, cancer.org mengungkap fakta mencengangkan perihal mariyuana.

Pada penelitian tersebut terdapat temuan yang mengatakan jika senyawa cannabinoids mampu membunuh sel kanker dan memblokir beberapa pembuluh darah yang dibutuhkan Tumor untuk tumbuh. Senyawa tersebut dinilai efektif mengobati kanker usus, kanker payudara, dan kanker hati.

Penelitian lainnya mengungkap manfaat mariyuana untuk menyembuhkan penyakit glaukoma. Penyakit tersebut memiliki gejala pembesaran bola mata yang mengakibatkan penekanan saraf mata dan gangguan penglihatan. National Eye Institute (NEI) di Amerika Serikat telah memberi rekomendasi untuk pengunaan ganja dalam mengurangi gejala glaukoma. Menurut NEI, mengkonsumsi ganja dengan cara dihisap dapat meringankan tekanan pada saraf mata.

Penyakit lain yang bisa diobati dengan ganja adalah autoimun. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu membuat manusia tak berdaya, hasilnya beberapa organ tubuh kerap diserang radang. Pada tahun 2014 silam, University of South Carolina melakukan penelitian terhadap senyawa tetrahidrokanabinol (THC) yang terkandung dalam ganja memiliki khasiat untuk memerangi autoimun.

Senyawa tersebut mampu mengubah molekul dalam sistem DNA yang berfungsi untuk mempercepat proses peradangan. Dari penelitian inilah akhirnya ganja kerap digunakan untuk mengobati penderita autoimun.

Kandungan THC juga memiliki manfaat untuk mengobati beberapa penyakit kejiwaan seperti skizofenia dan post-traumatic stress disorder (PTSD). National Institutes of Health di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa senyawa THC memiliki efek psikoaktif yang mempengaruhi saraf otak dan kondisi kejiwaan.

Itulah beberapa manfaat ganja dalam keperluan medis. Sedianya pengunaan zat ini bisa dimaksimalkan untuk menunjang kesehatan. Meski pemanfaatannya harus diawasi oleh otoritas terkait seperti Kementerian Kesehatan atau institusi lainnya.