Avatar The Legend Of Aang, Alternatif Movie Marathon Kala Puasa

Tidak mudah memang menjalankan ibadah puasa Ramadhan di bawah kejenuhan pola kerja work-from-home dan teror COVID 19. Seiring penerapan PSBB yang kian diperpanjang, melepas waktu dan kebosanan dengan film dan serial tv adalah jalan keluar brilian.

Namun sinema seringkali menampilkan adegan vulgar dan seks. Sebuah ironi yang nampaknya akan mengurangi atau bahkan membatalkan ibadah puasa karena pancingan nafsu syahwat lewat terpaan adegan-adegan tersebut. Kemudian hasrat untuk menyaksikan kembali animasi Avatar The Legend of Aang dari season awal adalah ide yang cemerlang.

Avatar The Legend of Aang adalah serial animasi komedi yang cukup berumur. Di rilis pertama kali tahun 2005 di bawah bendera Nickelodeon, serial ini menuai beragam pujian. Mulai dari jalan ceritanya, minimnya adegan perkelahian, dialog bijak hingga pesan-pesan moral di dalamnya. Hal tersebut pula yang agaknya membuat Netflix menggait serial ini ke bawah naungannya.

Serial animasi ini bercerita tentang perjalanan Aang, seorang biksu berusia 100 tahun yang tidak menua akibat terkurung dalam bongkahan es berabad lamanya. Aang pun memiliki misi sakral untuk menyelamatkan dunia yang terjajah Kerajaan Api lewat kemampuannya mengendalikan ke 4 elemen bumi. Namun tidak mudah bagi Aang untuk mempelajari keempat elemen tersebut. Perjalanannya pun sarat drama manis, budi pekerti dan intrik perkelahian.

Avatar The Legend of Aang juga merupakan serial animasi yang mengadopsi budaya dan kepercayaan dunia. Mulai dari jalan cerita, pakaian, seni bela diri hingga filosofi yang tersirat dalam serial ini merupakan cerminan dari budaya-budaya di dunia yang terbungkus menawan lewat cerita animasi sarat pesan budi pekerti dan moral positif yang cocok disaksikan seraya menjalankan ibadah puasa Ramadhan.