Chelsea vs Ajax: Drama 8 Gol dan 2 Kartu Merah

Pertandingan Chelsea kontra Ajax dini hari tadi menyajikan tontonan yang memanjakan mata para penikmat Liga Champions di seluruh dunia. Ajax yang datang sebagai tamu berhasil memberikan kejutan tak terduga, tapi Chelsea sebagai tuan rumah memperlihatkan daya juang tangguh dan tak mengenal kata menyerah.

Fase lanjutan Grup H Liga Champions yang mempertemukan Chelsea dan Ajax, Rabu (6/11/2019) dini hari tadi benar-benar menjadi pertandingan yang super menarik. Bagaimana tidak, laga yang digelar di Stamford Bridge diwarnai dengan 8 gol, 2 kartu merah, dan berakhir dengan skor 4-4.

Pertandingan tersebut dibuka dengan gol bunuh diri Tammy Abraham di menit ke-2. Maksud hati ingin menghalau tendangan bebas yang dilakukan pemain Ajax, tapi bola yang mengenai kaki Tammy malah masuk ke dalam gawang Chelsea yang dikawal oleh Kepa Arrizabalaga. Ajax memimpin 0-1.

The Blues langsung tersengat dengan gol tersebut. Satu serangan yang digagas oleh Christian Pulisic berhasil membuahkan hadiah penalti karena pergerakan lincah pemain muda asal Amerika Serikat tersebut harus dihentikan di kotak terlarang oleh bek Ajax. Jorginho yang maju sebagai eksekutor tendangan 12 pas berhasil melakukan tugasnya dengan baik untuk menyamakan kedudukan 1-1 di menit ke-5.

Bukannya kecewa, selepas itu Ajax malah menggila. Di menit ke-20 Quincy Promes berhasil menanduk bola hasil umpan silang Hakim Ziyech untuk menyarangkan bola yang kedua kalinya ke gawang Kepa. Skor kembali berubah menjadi 1-2.

Pada pertandingan tersebut Hakim Ziyech menjadi mimpi buruk untuk Kepa Arizzabalaga. Karena di menit ke-35, Ziyech membuat Kepa melakukan bunuh diri. Tendangan bebas yang dilakukan dari sisi kiri pertahanan Chelsea memantul dan mengenai wajah Kepa hingga masuk ke gawang setelah sebelumnya lebih dulu mengenai tiang gawang. Keunggulan Ajax ini bertahan sampai wasit meniup peluit pertanda usainya babak pertama.

Memasuki babak kedua, Ajax berhasil menambah pundi gol mereka lewat sepakan jarak dekat Donny van de Beek di menit ke-55 yang kembali merubah papan skor menjadi 1-4. Tapi setelah itu, keadaannya berubah. Perlahan Chelsea mulai bangkit dan dewi fortuna berpaling muka dari Ajax.

Di menit ke-63, Cesar Azpilicueta berhasil melesakan bola ke gawang Andre Onana setelah menerima umpan datar dari Tammy Abraham yang menjadikan skor berubah 2-4 masih untuk keunggulan Ajax.

Pada menit ke-68, terjadi drama yang mengubah jalan cerita sampai selesai pertandingan. Daley Blind dan Joel Veltman, dua pemain Ajax, diganjar kartu kuning kedua yang berbuah kartu merah dari pelanggaran yang berbeda. Blind dianggap melanggar Abraham dengan keras, sementara Veltman kedapatan melalukan handsball di kotak terlarang.

Walau pemain Ajax sempat melakukan protes, tapi wasit Gianluca Rocchi asal Italia tetap memberikan penalti kedua untuk Chelsea. Jorginho lagi-lagi berhasil menjadi eksekutor. Dengan tenang ia kembali bisa menjinakan Andre Onana dari titik putih. Jarak skor antara kedua tim kemudian kian menyempit menjadi 4-3.

Kekecewaan benar-benar menghampiri Ajax di menit ke-74 karena pemain muda Chelsea, James Reece, yang baru masuk di babak kedua menggantikan Marcus Alonso berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4. James Reece juga akhirnya menjadi pencetak gol termuda Chelsea dalam sejarah ajang Liga Champions (19 tahun, 332 hari).

Harusnya Chelsea mendapatkan hal gila pada pertandingan dini hari tersebut. Pada menit ke-78, Azpilicueta kembali menggetarkan jala gawang Ajax. Sayangnya, gol tersebut dianulir oleh wasit karena Tammy Abraham kedapatan melakukan handsball. Skor akhir tetap 4-4.

Hasil tersebut membuat The Blues bertahan di puncak klasemen sementara dengan raihan tujuh poin. Sementara itu, Ajax masih duduk di peringkat kedua dengan perolehan angka yang sama.

“Di babak pertama, kami tertinggal 1-3 dari tim hebat yang punya sejumlah hasil bagus saat bermain tandang di stadion-stadion besar, lalu skornya berubah jadi 1-4,” ujar Azpilicueta di UEFA.com.

“Jadi, keberhasilan kami menuntaskan comeback dan mendapatkan satu poin jelas torehan apik, tapi saat melawan sembilan pemain lawan, kami mencoba memetik kemenangan.”