Jana Drexlerova, Sang Pencipta Bir Khusus untuk Penderita Kanker Payudara

Saat seseorang didiagnosa terjangkit sebuah penyakit, biasanya ada pantangan makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi. Untuk penderita kanker, pantangan yang mesti diikuti bisa lebih kompleks dari penyakit lainnya. Tapi, mereka juga masih ingin menikmati makanan atau minuman layaknya orang-orang yang sehat, seperti bir atau yang lainnya. Atas dasar itulah Jana Drexlerova, wanita asal Republik Ceko yang menjadi CEO dari kelompok advokasi kanker payudara, Mamma Help, menciptakan bir non-alkohol untuk memberikan kesenangan bagi para pasien kanker.

Ide Jana Drexlerova untuk membuat bir non-alkohol lahir dari keadaan dimana dirinya juga pernah menjadi pasien kanker payudara dan menjalani kemoterapi di tahun 2011. Setelah melewati proses kemo, ia mengaku seluruh makanan dan minuman yang ia santap terasa seperti ‘pasir’.

“Ketika akhirnya aku mendapatkan kembali selera makanku, yang bisa kumakan hanyalah sup tomat dingin. Tapi rasanya sangat hambar,” tutur Jana kepada NPR.

Seperti diketahui, kemoterapi memiliki banyak efek samping buruk, dan salah satu yang sering membuat pasien frustasi adalah dysgeusia. Dilansir Odditycentral, efek samping ini menyebabkan makanan dan minuman terasa hambar atau pahit.

Bir non-alkohol yang diciptakan oleh Jana bernama Mamma Beer, dan diketahui mengandung kalium serta vitamin B. Nutrisi itulah yang bisa meningkatkan nafsu makan para pasien kanker yang sedang menjalani proses kemoterapi. Dalam proses pembuatan bir ini, Drexlerova pun bermitra dengan Tereza Sverakova, penyintas kanker payudara.

mamma beer
Mamma Beer-Bir Khusus untuk Penderita Kanker Payudara

Mamma Beer diproduksi oleh Zatec, sebuah tempat penyulingan bir yang terletak di utara kota Praha. Dilihat dari resepnya, olahan bir unik ini terbuat dari campuran jus apel yang digunakan untuk melawan rasa logam yang sering dikeluhkan pasien kemoterapi.

Bir tersebut memiliki rasa manis dan fruity, dengan sentuhan rasa tajam yang berada di antara sari apel dan bahan dasar bir itu sendiri.

“Jadi kami pikir akan sangat membantu jika mengembangkan bir khusus untuk para wanita yang sedang menjalani kemoterapi. Oleh karena itu kami membuat olahan bir non-alkohol dan dibuat lebih manis untuk menghilangkan rasa pahitnya,” ujar Tereza.