Pro Kontra Manfaat Berjemur Terhadap Infeksi Corona

Sudah menjadi tabiat manusia sebagai makhluk paling sempurna yang dilengkapi akal dan pikiran untuk mencari jawaban atas sebuah masalah. Dalam kasus terdekat seperti kala pandemi COVID 19 sedang menjadi persoalan yang menghinggapi benak pikiran setiap manusia, beribu ujaran dan anjuran serta cara pengobatan mewarnai perjalanannya.

Dari minuman keras yang dipercaya dapat membunuh virus COVID 19, menghindari makan es krim hingga kegiatan yang termudah seperti berjemur. Namun benarkah berjemur efektif membunuh virus Corona?

Sinar matahari sudah dipercaya sejak dahulu kala sebagai sumber alamiah yang mampu membunuh berbagai kuman penyakit. Panas yang dihasilkan Sang Surya menurut beberapa kalangan adalah obat alamiah yang mujarab memerangi beragam infeksi. Berjemur di bawah sinar matahari diyakini dapat membakar virus-virus dalam raga secara kontan.

Pandemi Corona COVID 19 yang kian ganas menerpa dan semakin memupuk rasa cemas pun dikaitkan dengan cara ini. Namun nyatanya menurut beberapa ahli, terkait infeksi corona, sinar matahari tidak dapat memberantas virus yang terendap dalam tubuh secara konstan, namun dapat melemahkannya lewat proses pembentukan vitamin hasil aktivitas berjemur.

Menurut penelitian, berjemur di pukul 11 hingga pukul 13 dipercaya dapat meningkatkan kinerja tubuh dalam memproduksi Vitamin D. Hal ini tentunya baik untuk imunitas dan kekebalan daya tahan tubuh yang segaris lurus dengan manfaat vitamin D. Sementara bagi penderita yang terinfeksi Corona COVID 19, kian meningkatnya kekebalan tubuh dapat melemahkan virus dalam raga, meski prosesnya tidak serta merta langsung berdampak.

Keterkaitan inilah yang diduga menjadi asal isu tersebut muncul kepermukaan. Isu ini kian terbantah keras lewat pernyataan bahwa sampai saat ini belum ada jaminan pasti yang mengatakan virus Corona COVID 19 akan mati saat diterpa panas dan dalam suhu tinggi. Infeksi COVID 19 baru akan hilang lewat kian baiknya imunitas inang yang selanjutnya akan memerangi secara alami virus yang bersemayam.