Hanya A-ha Yang Pantas Berbohong Kulit Perempuan Ibarat Beludru

Gempar kedatangan trio anak emas dekade 80 A-ha, di Singapura, begitu menghebohkan publik musik Asia Tenggara. Melalui pelbagai saluran media sosial, semua angkatan masa lalu seperti berseru menyuarakan kerinduan semu-nya terhadap mereka. Harapan tersebut bak cita-cita langka dengan potensi 100% tak akan pernah tergapai. Magnet Morten Harket, Magne Furuholmen, dan Paul Waaktaar-Savoy seakan konsisten sesejati-sejatinya sejak kemunculan awal mereka 40 tahun lalu.

Album Hunting High and Low merupakan katalog resmi bercap sukses di era gelombang baru industri musik internasional 80-an. Dengan kekuatan sangar tak terampuni di semua materi lagu, A-ha menyeruak pintar menjadi tandingan tak terkejar bagi beberapa unit new wave yang juga sedang menjalankan kampanye pop-nya saat itu. Sebut saja Culture Club, Konkan, hingga Talking Heads. Kemashuran A-ha yang teramat sangat, sulit dikendalikan oleh media pun record label mana pun juga. Beberapa petinggi perusahaan rekaman kompetitor mereka, yang bersikeras bahwasanya grup-grup andalannya bisa menandingi A-ha, di mana mereka berharap penjualan kaset serta CD artis-artis asuhannya mampu menandingi trio Norwegia ini, selalu kesulitan mengejar popularitas ‘Take On Me’, ‘The Blue Sky’, dan ‘Hunting High and Low’.

A-ha adalah fenomena yang teramat tinggi. Begitu diagungkan, hingga konser, tanda tangan, t-shirt, foto, dan poster-posternya pun menjadi santapan empuk kaum hawa di seluruh dunia yang tergila-gila dengan sosok bintang idola berwajah cute pada saat itu. Perempuan-perempuan ini seakan menuhankan mereka. Bersanding dengan para juara lainnya dari kubu ingar bingar rock, yang notabene wajah-wajah personilnya mengandung senyawa pretty boy, seperti Motley Crue, Poison, Ratt, Cinderella, Faster Pussycat, Bon Jovi juga Guns N’ Roses, hingga kelompok sejenis semacam Pet Shop Boys, Depeche Mode, New Order, dan Duran Duran, Morten cs terus melaju mulus lancar hingga sempat drop di album Memoriah Beach pada tahun 1993.

Meski gagal di album tersebut, namun jangan pernah sekali pun menyangkal masa terbaik muda mudi era itu di mana karya-karya A-ha menjadi soundtrack terbaik perjalanan kasih sayang mereka. Album Scoundrel Days (1986) adalah mimpi ejakulasi terbaik para pekerja musik. Dan gong-nya ada di Stay On These Roads (1988) serta Minor Earth Major Sky (2000). Keduanya merupakan album warisan 80’s serta early 2000’s penuh karunia notasi sakti evergreen untuk jangka waktu yang sangat lama. Mungkin hingga kiamat nanti.

Stay On These Roads berhasil meratakan perasaan kaum percintaan kawula angkatan Enny Beatrice dan Eva Arnaz melalui single ‘Stay On These Roads’, ‘You Are The One’ dan ‘The Living Daylights’. Sedangkan Minor Earth Major Sky seakan ditasbihkan sebagai gudang anthem lagu cengeng berkelas, yang dipelopori oleh track ‘Velvet’ dan ‘You’ll Never Get Over Me’.

A-ha adalah bandit-bandit cinta jenius. Karena hanya mereka yang pantas berbohong kulit perempuan seperti beludru, di dalam liriknya. Bersukacita lah selagi mereka masih ada, dengan menontoh konsernya di Singapura pada Maret 2020 mendatang.