Ulah Bawah Tanah Sindikat Indonesia Backtrack Team

Hari ini manusia harus sadar betapa canggihnya peradaban dibalik sistematika baru yang disebut internet. Sadarlah tidak ada sistem yang benar-benar aman. Indonesia Backtrack Team pun punya secercah kurikulum pengembleng golongan muda untuk sadar atas itu semua, terutama ikhwal data dan privasi yang seringkali bias dan luput dari keperdulian pengguna.

Di satu kesempatan Kami bertemu dengan salah satu teknikus yang kerap  memunculkan diri pada thread-thread komunitas ini. Ares a.k.a TheHopeBuster sebut aliasnya.

Indonesia Backtrack Team atau yang akrab disebut IBT atau IBTeam menurutnya adalah forum komunitas non-profit tempat berkumpulnya para penggiat komputer. Terbentuk sejak 2011 dengan tanggal yang bertepatan dengan hari Valentine. Fokus komunitas ini ada pada keamanan dan infrastruktur jaringan komputer. Mayoritas anggotanya berisikan anak muda dengan visi-misi utama yang punya makna dalam soal belajar dan berbagi. Sembilan tahun berdiri, komunitas ini pun menampung lebih dari 12 ribu anggota yang tergabung dalam 11 regional di Indonesia dan Internasional.

Komunitas ini terbentuk atas kekhawatiran maraknya kasus-kasus peretasan. IBT jadi inkubator anggotanya untuk sama-sama belajar mengenai peretasan dan bagaimana upaya penangananya. Tujuannya mengedukasi masyarakat agar lebih awas dalam dunia siber.

“Karena pada dasarnya dunia siber sama halnya dengan dunia nyata, konsekuensi apa yang kita lakukan di dunia siber sama dengan dunia nyata.” tambah Ares.

Dunia IT Security juga punya istilah “No system is safe” menurutnya. Teknologi berkembang, variasi teknik-teknik peretasannya pun ikut bermetamorfosa.

Indonesia Backtrack Team punya kesadaran bahwa mayoritas remaja Indonesia masih kurang peduli akan keamanan dan privasi datanya di ranah maya. Ada beberapa faktor penyebabnya, kompleksnya dokumen kebijakan privasi, kurangnya ketelitian dan malas bacanya pengguna kerap kali jadi celah sebuah data dicuri. Selain itu ada juga faktor perlindungan data yang diatur pemerintah juga masih punya banyak kelemahan.

“Saat ini undang-undang tentang perlindungan data pribadi kita sedang diatur oleh pemerintah, undang-undang tersebut yang akan ada mengatur setiap pengembang aplikasi agar memperhatikan sisi keamanan aplikasinya. Untuk mengetahui data kita sudah bocor di internet atau tidak cukup mudah dengan melalui website berikut haveibeenpwned.com”. ujar Ares.

Berkaitan dengan kecemasan akan maraknya data breach di kalangan pengguna internet remaja, sesuai dengan visi dan misi utama dari IBTeam yang fokus pada belajar dan berbagi, komunitas ini pun kerap menggalakan Seminar dan Workshop gratis. Sejak awal 2020, IBT punya agenda Training Gratis Tatap Muka yang berfokus pada dasar keamanan komputer untuk siapa saja yang berminat. Sayangnya berhubung dengan pagebluk yang melanda, selenggaranya pun dipindah ke model Webinar.