Niat Sholat Dhuha 2, 4, 6 dan 12 Rakaat Berikut Tata Caranya

Niat Sholat Dhuha – Niat dalam melaksanakan sholat adalah salah satu rukun yang tidak boleh ditinggalkan, karena jika ditinggalkan maka sholatnya tidak sah.

Dalam pelaksanaannya niat boleh dibaca melalui lisan atau melalui hati, akan tetapi perlu dipahami. Bahwa sebaiknya niat tidak hanya dibaca melalui lisan ataupun hati melainkan diikut sertakan mulai dari takbir hingga salam.

Sehingga tujuan sholat yang dilaksanakan sesuai dengan makna dari niat tersebut yakni karena Allah SWT, tidak keluar dari niat yang sudah dii’tiqodkan.

Pengertian Sholat Dhuha

Pengertian Sholat Dhuha

Sholat dhuha adalah sholat sunah yang dianjurkan Rosulullah untuk dikerjakan yakni bisa dua rokat, empat rokaat, enam rokaat atau delapan rokaat dan seterusnya.

Akan tetapi pelaksanaannya dikerjakan dua rokaat salam kemudian dilanjutkan kembali mengerjakan dua rokaat selanjutnya.

Meskipun sholat dhuha ini dianjurkan Rosdulullah untuk dilaksanakan akan tetapi tidak semua muslim diberi keluangan waktu untuk mengerjakannya.

Karena diwaltu tersebut sudah disibukkan dengan pekerjaan yang terkadang dalam tempat kerja tersebut tidak ada waktu untuk sholat dhuha.

Kapan Waktu Sholat Dhuha

Kapan Waktu Sholat Dhuha

Agar dapat menjadwalkan setiap harinya untuk melaksanakan sholat dhuha maka sangat penting mengetahui kapan waktu sholat dhuha.

Seiring dengan kesibukan yang kerapkali membuat terlena dan tidak sempat untuk melaksanakan ibadah sholat dhuha.

Berikut adalah waktu yang tepat untuk mengerjakan sholat dhuha :

Menuqil dari kitab Fathul Qorib terkait waktu sholat dhuha yakni mulai dari matahari setinggi satu tombak hingga masuknya waktu istiwak yakni ketika matahari pas diatas kepala atau sejajar dengan kepala.

Jika disandingkan dengan waktu yang ada diindonesia yakni berkisar pukul 06 : 30 Wib hingga 12.00 Wib.

Bagi yang ingin melaksanakan sholat dhuha namun berbenturan dengan waktu kerjanya, maka waktu upayakan sebelum berangkat kerja sholat terlebih dahulu.

Terkait wktu sholat dhuha Rosulullah SAW menyampaikan didalam hadisnya :

HR. Muslim no. 832

قدِم النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم المدينةَ، فقدِمْتُ المدينةَ، فدخلتُ عليه، فقلتُ: أخبِرْني عن الصلاةِ، فقال: صلِّ صلاةَ الصُّبحِ، ثم أَقصِرْ عن الصَّلاةِ حين تطلُعُ الشمسُ حتى ترتفعَ؛ فإنَّها تطلُع حين تطلُع بين قرنَي شيطانٍ، وحينئذٍ يَسجُد لها الكفَّارُ، ثم صلِّ؛ فإنَّ الصلاةَ مشهودةٌ محضورةٌ، حتى يستقلَّ الظلُّ بالرُّمح

Artinya :

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam datang ke Madinah, ketika itu aku pun datang ke Madinah. Maka aku pun menemui beliau, lalu aku berkata: wahai Rasulullah, ajarkan aku tentang shalat. Beliau bersabda: kerjakanlah shalat shubuh. Kemudian janganlah shalat ketika matahari sedang terbit sampai ia meninggi. Karena ia sedang terbit di antara dua tanduk setan. Dan ketika itulah orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah ia meninggi, baru shalatlah. Karena shalat ketika itu dihadiri dan disaksikan (Malaikat), sampai bayangan tombak mengecil” (HR. Muslim no. 832).

Kapan Batas Waktu Sholat Dhuha

Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa batasan waktu sholat dhuha yakni waktu istiwak “posisi matahari berada tepat diatas kepala”

Dalam posisi tersebut bayangan suatu benda akan menyatu dengan benda itu sendiri, jika suha melewati sedikit saja benda tersebut maka masuklah waktu zuhur.

Berapa Rokaat Sholat Dhuha

Sholat dhuha pada umumnya yakni dikerjakan dua Rokaat, namun boleh juga ditambah menjadi empat Rokaat dan seterusnya hingga tak terbatas.

Akan tetapi pelaksanaannya dua rokaat salam kemudian dilanjutkan kembali sholat dua rokaat salam dan seterusnya.

Terkait jumlah rokaat sholat dhuha ini Rosulullah SAW bersabda :

HR. Muslim no. 719

عن عائشةَ رَضِيَ اللهُ عنها، قالت: كان رسولُ الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُصلِّي الضحى أربعًا، ويَزيد ما شاءَ الله

Artinya :

“Dari Aisyah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW biasa sholat dhuha empat rakaat. Dan beliau menambah berapa pun yang dikendaki Allah SWT.” (HR Muslim No. 719).

HR. Bukhari no. 1103

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عامَ الفتحِ صلَّى ثمانَ ركعاتٍ سُبحةَ الضُّحى

Artinya :

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di tahun terjadinya Fathu Makkah beliau shalat delapan rakaat shalat dhuha” (HR. Bukhari no. 1103, Muslim no. 336).

Fadhilah Melaksanakan Sholat Dhuha

Fadhilah Melaksanakan Sholat Dhuha

Ibadah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW tentunya memiliki fadhilah atau keutamaan yang sangat luarbiasa.

Begitu pula dengan sholat dhuha tentunya banyak fadhilah atau keutamaan yang perlu diketahui oleh umat muslim.

Sebelum membahas tentang niat sholat dhuha ada baiknya pahami terlebih dahulu beberapa keutamaan yang ada didalamnya.

Agar ketika melaksanakan ibadah sholat dhuha semakin semangat dan memiliki tujuan sesuai dengan niat sholat tersebut yakni karena Allah SWT.

Simak dibawah ini keutamaan atau fadhilah melaksanakan sholat dhuha :

Mengikuti Sunah Rosulullah SAW

Sebagaimana telah diketahui bahwa hukum melaksanakan sholat dhuha adalah sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW.

Tentunya ketika melaksanakannya maka otomatis mengikuti sunnah yang diajarkan oleh sang Nabi. Dan perlu juga dipahami bahwa ibadah yang dianjurkan oleh Rosulullah tentu memiliki fadhilah yang sangat banyak.

Terkait anjuran Rosulullah SAW untuk umatnya agar melaksanakan sholat dhuha disampaikan dalam sebuah hadis qudsi.

HR. Tirmidzi no. 475

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Artinya :

“Allah Ta’ala berfirman : Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang” (HR. Tirmidzi no. 475, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 4342).

Allah Berikan Ampunan

Bgi seorang muslim yang taat dan rutin menjalankan ibadah sholat dhuha maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya. bahkan digambarkan meskipun dosa yang milikinya seperti buih dilautan.

Meskipun sangat disadari bahwa manusia tempatnya salah dan dosa, berarti tidak pernah luput dari kedua hal tersebut.

Akan tetapi jika seorang hamba tersebut bertaubah dan rutin melaksanakan sholat dhuha dengan ikhlas mengharap pertolongan Allah semata. Maka sangat layak mendapatkan pengampunan seperti yang tersirat didalam sebuah hadis dibawah ini.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ ، وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ “

Artinya :

“ Barangsiapa menjaga sholat dhuha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”

Allah Cukupkan Kebutuhan Rezeki Dunia Dan Akhirat

Fadhilah bagi seorang muslim yang rutin melaksanakan ibadah sholat dhuha selanjutnya adalah Allah SWT cukupkan kebutuhan rezeki dunia dan akhirat.

Tak bisa dipungkiri sebagai menusia yang hidup dialam dunia tentu sangat membutuhkan banyak keperluan, baik untuk urusan agama, dunia dan akhirat.

Hal ini tidak bisa didapatkan hanya sekedar bersantai ria, tentunya harus dibarengi dengan kerja keras dan jangan lupa selipkan doa dalah sholat dhuha.

Rosulullah SAW bersabda :

عن أبي الدرداء وأبي ذرِّ ( رضي الله عنهما ) عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : عن الله تبارك وتعالى أنه قال ابن آدم ، اركع لي أربع ركعاتٍ من أول النهار أكفك آخره “

Artinya :

“ Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala ‘ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka aku akan mencukupi-Mu di sisa hari-Mu’.”

Termasuk Hamba Yang Taat

Melaksanakan sholat dhuha tidak semudah yang dibayangkan karena banyak godaan dan tantangan. Disisi lain waktu sholat dhuha ini bertepatan dengan waktu kerja sehingga tidak mudah bagi kebanyakan orang untuk secara rutin melaksanakan ibadah sholat dhuha.

Maka dari itu menjadi hal yang wajar ketika ada seorang hamba yang rutin melaksanakan ibadah sholat dhuha. Maka ia termasuk dalam golongan orang-orang yang taat.

Allah Siapkan Rumah Di Surga

Fadhilah selanjutnya bagi seorang muslim yang melaksanakan sholat dhuha adalah Allah siapkan rumah disurga.

Hal ini pernah disampaikan oleh Rosulullah SAW dalam sebuah hadisnya :

Artinya :

“Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Allah Berikan Pahala Naik Haji Dan Umroh

Tidak semua ummat islam bisa mendapatkan pahala haji dan umroh, termasuk bagi seserang yang telah atau sedang haji sekalipun.

Karen semua itu tergantung daripada niat yang ada pada diri manusia itu sendiri dalam melaksanakan ibadah.

Bagi seorang muslim yang ingin mendapatkan pahala layaknya seperti haji dan umroh, maka rutin saja melaksanakan sholat dhuha dengan ikhlas hanya mengharap ridho Allah SWT.

Insya Allah akan mendapatkan pahala seperti orang yang haji dan umroh, karena Allah dan Rosulullah tidak pernah mengingkari janjinya.

Pengganti Sedekah Diri

Banyak ummat muslim sibuk akan sedekah, dinilai melalui sesuatu yang nampak seperti sedekah harta dan semisalnya.

Padahal ada beberapa sedekah yang sangat ringan namun jika dilaksanakan insya Allah akan berbuah sebagai sedekah.

Salah satunya adalah sedekah senyum dan melaksanakan sholat dhuha minimal dua rokaat namun denga ikhlas.

Rosulullah SAW bersabda :

يصبح على كل سلامي من أحدكم صدقة، وأمر بالمعروف صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ عن ذلك ركعتان يركعهما من الضحي

Artinya :

Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan salat Duha dua rakaat. (HR Muslim).

Dijaga Kesehatannya Oleh Allah

Fadhilah sholat Dhuha lainnya adalah bahwa Allah SWT menjaga kesehatan bagi seorang muslim yang melaksanakannya. Salah satu alasannya yakni sholat Dhuha dilakukan pada waktu pagi setelah terbitnya matahari minimal dua rakaat atau lebih.

Dengan hal ini melaksanakan sholat Dhuha secara rutin dapat memberikan dampak positif pada kesehatan fisik dan mental.

Jauh Dari Sifat Lalai

Keutamaan dari sholat Dhuha selanjutnya adalah bahwa ibadah ini membantu menghindarkan seseorang dari sifat lalai atau lengah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sholat Dhuha melibatkan waktu yang biasanya dianggap sebagai saat istirahat atau waktu luang. Akan tetapi dengan melaksanakan sholat ini, seseorang terhindar dari kecenderungan untuk menjadi lalai atau terlena.

HR. Baihagi dari Abi Dzar/’anatut Tholibin, Juz. 1. hal. 254

Rosulullah SAW bersabda :

Artinya :

“Kalau kamu melaksanakan sholat Dhuha sebanyak dua raka’at maka kamu tidak ditulis dari golongan orang yang lalai, atau sebanyak empat raka’at maka kamu ditulis dari golongan orang-orang yang berbuat kebagusan, atau sebanyak enam raka’at maka kamu ditulis sebagai orang-orang yang selalu beribadah kepada Allah, atau sebanyak delapan raka’at maka kamu ditulis dari golongan orang-orang yang memperoleh keberuntungan, atau sebanyak sepuluh raka’at maka tidak ditulis atasmu pada hari itu dosa, kalau kamu melaksanakannya sebanyak dua belas raka’at maka Allah membangun untukmu rumah di surga.” (HR. Baihagi dari Abi Dzar/’anatut Tholibin, Juz. 1. hal. 254) |

Bacaan Niat Sholat Dhuha

Bacaan Niat Sholat Dhuha

Terkait penjelasan sholat dhuha dan juga fadhilah yang akan didapatkan oleh seorang yang melaksanakan ibadah sholat dhuha telah disampaikan pada laman atas.

Kali ini penulis akan merangkum terkait niat sholat dhuha yang benar sesuai dengan yang telah diajarkan oleh para ulama.

Simak ulasan dibaawah ini beberapa bacaan niat sholat dhuha yang d apat diamalkan ketika hendak melaksanakannya.

Niat Sholat Dhuha Berjamaah

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini Imaman / Makmuman lillahi ta’aalaa

Artinya :

“Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat, Menjadi Imam / Menjadi Makmum karena Allah ta’ala,”

Niat Sholat Dhuha Sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini lillahi ta’aalaa

Artinya :

“Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat dikerjakan sendiri karena Allah ta’ala,”

Niat Sholat Dhuha 2 Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini lillahi ta’aalaa

Artinya :

“Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala,”

Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat 2 Kali Salam

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى أربع ركعات مرتين السلام ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa arba’a rakaatin marotaina salam lillahi ta’aalaa

Artinya :

“Saya niat sholat sunnah dhuha 4 rokaat dua salam karena Allah ta’ala,”

Niat Sholat Dhuha Latin

Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini lillahi ta’aalaa

Artinya :

“Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat dikerjakan sendiri karena Allah ta’ala,”

Niat Sholat Dhuha 6 Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى ست ركعات ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa situ rakaatin lillahi ta’aalaa

Artinya :

“Saya niat sholat sunnah dhuha enam rakaat karena Allah ta’ala,”

Niat Sholat Dhuha 12 Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى اثنتي عشرة ركعات ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa athnatay eashrat rakaatin lillahi ta’aalaa

Artinya :

“Saya niat sholat sunnah dhuha dua belas rakaat karena Allah ta’ala,”

Niat Sholat Dhuha Sendiri 4 Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى أربع ركعات ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa arba’a rakaatin lillahi ta’aalaa

Artinya :

“Saya niat sholat sunnah dhuha 4 rokaat karena Allah ta’ala,”

Tata Cara Sholat Dhuha

Layaknya seperti sholat sunnah lainnya sholat dhuha juga untuk pelaksanaannya memiliki 13 rukun sholat yang wajib dikerjakan.

Jika salah satu rukun sholat tersebut ditinggalkan dengan sengaja, maka sholat dhuha yang dikerjakan tidak sah.

Berikut tata cara melaksanakan sholat dhuha dapat disimak dibawah ini :

Niat

Yang pertama kali sebelum melaksanakan sholat dhuha yang wajib diterapkan adalah niat, yakni keinginan yang kuat untuk melaksanakan sholat hanya karena Allah SWT.

Takbir

Setelah niat kemudian disambut dengan membaca Takbirotul Ikhrom “الله أكبر” yang artinya Allah maha besar.

Ketika sudah mengucapkan takbir berarti ikrar tersebut mengi’tiqodkan bahwa tidak ada lagi sesuatu yang lebih agung, lebih mulia, lebih besar, lebih kuasa selain Allah.

Berdiri Tegak Lurus

Kemudian berdiri tegak lurus layaknay seperti huruf Alif yang menyatakan bahwa tuhan itu satu.

Sunnah Membaca Doa Iftitah

Dalam posisi tegak yakni membaca doa iftitah, hal ini sunah namun sangat dianjurkan untuk dibaca, karena makna dari doa tersebut adalah penyerahan diri kepada Allah.

Baca Surat Al-Fatihah

Kemudian dilanjutkan membaca surat Al-Fatihah mulai dari ayat pertama hingga akhir, usahakan bacaannya jelas dan sesuai dengan kaidah tajwid.

Membaca Surat Pendek

Membaca surat pendek dalam sholat ini juga termasuk hal yang sunnah, jika melaksanakan sholat sendiri boleh membaca ayat yang panjang.

Akan tetapi jika menjadi imam maka harus melihat kondisi makmumnya sebaiknya ambil ayat yang pendek saja.

Ruku’

Setelah membaca surat pendek kemudian merubah gerakan dari berdiri menjadi ruku’, hal ini adalah rukun. Didalam posisi ruku’ sunnah membaca tasbih 3 kali yakni memuji Allah.

Tumakninah

Tumakninah ini masih dalam keadaan ruku’ maksudnya adalah posisi rukuk harus tenang baik kodisi luarnya maupun hatinya.

I’tidal

Kemudian merubah posisi dari ruku’ menjadi i’tidal yakni bangun dari rukuk, berdiri tegak lurus seperti pada permulaan sholat. Disunahkan membaca doa pada umumnya sholat.

Tumakninah

Dalam posisi I’tidal juga harus tumakninah yitu tenang tidak gelisah, tidak banyak bergerak terutama posisi hati harus manteng hanya kepada Allah.

Sujud

Setelah i’tidal maka posisi sholat berubah dalam keadaan sujud, hal ini adalah rukun yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam kondisi sujud disunnahkan membaca tasbih yakni memuji Allah SWT boleh satu kali sampai 3 kali.

Tumakninah

Posisi sujud juga wajib tumakninah terutama posisi hati harus tetap ingat kepada Allah SWT

Lungguh

Lungguh ini adalah duduk diantara dua sujud

Tumakninah

Posisi lungguh juga wajib tumakninah atau tenang tidak boleh banyak bergerak, jaga posisi hati untuk selalu zikir kepada Allah.

Sujud Yang Kedua

Setelah duduk diantara dua sujud kemudian posisi sholat berubah kembali menjadi sujud yang kedua. Bacaannya sama yakni tasbih memuji Allah SWT wajib tumakninah.

Duduk Tahiyat Akhir

Kemudian setelah sujud yang kedua dilanjutkan dengan duduk tahiyat akhir, posisi duduk adalah rukun jadi tidak boleh ditinggal.

Membaca Doa Tahiyat Akhir

Dalam posisi duduk tahiyat akhir maka wajib membaca doa didalamnya, yang sering disebut dengan doa tahiyat akhir

Membaca Sholawat Nabi

Setelah doa tahiyat akhir selesai dibaca, kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi.

Salam

Dan yang terakhir adalah salam, rukunnya adalah salam pertama sedangkan salam yang kedua adalah sunnah.

Penutup

Demikianlah ulasan tentang bacaan niat sholat dhuha berikut pengertian, fadhilah dan tata caranya. Semua sudah penulis sampaikan menjadi sebuah artikel yang ada di websit vantage.id. Semoga dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan juga semangat dalam melaksanakan ibadah sholat sunah dhuha. Wallahu A’lam…

Baca Juga :