Peringatan Keras Bagi Warga Depok Yang Tak Memiliki Garasi

Kini kota yang sudah menjadi sarang pemukiman bagi sebagian kaum urban para pencari kerja di ibu kota, Depok, mewajibkan kepada para pemilik mobil agar tidak main-main dalam hal kesadaran penyediaan lahan parkir bagi kendaraannya. Ultimatum tersebut telah dimaktubkan ke dalam peraturan daerah mereka.

Perda tersebut ditetapkan oleh mereka melalui DPRD Depok bagian Penyelenggaraan Bidang Perhubungan. Hal tersebut ditegaskan lagi oleh Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna.

Dikutip dari Kompas.com, Pradi berujar, “Banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi mobil parkir hingga memakan badan jalan. Pemerintah Kota Depok akhirnya merevisi Perda tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan.”

Pradi menekankan, hal ini agar masyarakat Depok lebih disiplin dan peduli lagi terhadap masalah yang sudah mengakar tersebut. “Lebih kepada ketertiban, sih, fasilitas umum dan sosial, kan, memang bukan untuk lahan parkir, harus ada garasi sendiri untuk memarkirkan kendaraannya,” imbuh Pradi.

Sebenarnya hal ini sudah menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, di mana mereka telah mengajukan rancangan perda itu kepada DPRD sejak Juli 2019. Pemkot Depok akan membahasnya lebih lanjut mekanisme pelaksanaannya, setelah pengesahan.

Sanksinya berupa denda maksimal sebesar Rp 20 juta. Menurut Revisi Perda Nomor 2 Tahun 2012, bagi para pelanggar yang masih bandel parkir sembarangan.

Masih menurut Kompas.com, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana menambahkan, bahwa mereka belum bisa membeberkan sanksi dan mekanisme pelaksanaan perda tersebut. “Kami sudah ada formula-formulanya, tetapi belum bisa di-publish dulu,” katanya.