Pintu Masuk Bar Berbentuk Vagina di China Tuai Kontroversi

Banyak cara yang dilakukan tiap tempat usaha untuk menarik pengunjung. Masing-masingnya saling berkompetisi untuk menunjukan kreativitas. Ada yang memang terlihat menarik, tapi tidak sedikit pula yang idenya di luar nalar. Salah satu contohnya adalah bar di China yang mendekorasi pintu masuknya menggunakan balon berbentuk kaki wanita dan vaginanya.

Dilansir dari Mothership, GT Bar yang berada di Ningdu, China, memutuskan untuk merayakan hari belanja nasional yang jatuh pada tanggal 11 November lalu dengan cara yang unik. Di pintu masuk, pihak bar membuat balon hiasan berbentuk kaki wanita yang sedang meregang lengkap dengan pintu yang dihias seperti vagina berwarna merah muda.

Pihak bar pun mempromosikan karyanya dengan mengunggah foto-foto pintu vagina tersebut di media sosial mereka yang dilengkapi dengan caption ajakan berkunjung menggunakan kata-kata eksplisit yang mengarah ke seksual.

“Ayo datang dan berkunjung, saya sudah menyiapkan diri saya untuk kalian,” tulis pihak bar di media sosial, seperti yang dikabarkan The Beijing Times.

Setelah apa yang dilakukan oleh GT Bar membuat heboh, tanggapan pro dan kontra banyak berdatangan dari pelanggan, pengunjung, hingga netizen yang budiman. Protes keras dilancarkan kaum wanita yang merasa hiasan tersebut terlalu vulgar dan merendahkan perempuan. Bahkan, karena bagian pintu yang terlalu vulgar, foto-foto dari pintu ini harus disensor.

Setelah banyak mendapat kecaman, makian, dan protes secara langsung, akhirnya balon berbentuk tidak senonoh tersebut dicopot hanya dalam waktu kurang dari 8 jam, setelah pertama kali dipasang.

Menurut kabar yang beredar, pihak kebudayaan China memberikan perintah langsung untuk membuang dekorasi itu dan pihak bar diwajibkan menulis surat permintaan maaf terbuka, serta berjanji tidak akan melakukan hal yang serupa dikemudian hari.

Selain itu, sang pemilik bar harus membayar denda sebesar 4,500 yuan (Rp 9,003,627) karena melanggar undang-undang periklanan di China, di mana setiap iklan tidak boleh mendiskriminasi satu suku, agama, atau pun gender tertentu.