Kini Anda Bisa Mengacungkan Jari Tengah Terhadap Siapapun Yang Menjuluki Kita Si Muka Merah

Sebuah produk bernama Redee Patch di Instagram menjanjikan orang Asia untuk ‘menyembuhkan’ mereka dari Asian Glow, yakni sebuah gejala di mana muka orang-orang ini wajahnya memerah akibat minum alkohol. Redee Patch dirancang untuk mengurangi efek tersebut. Karena faktanya sekitar 40 persen orang Asia di dunia, dapat dipastikan mengalami hal tersebut ketika mereka usai minum minuman beralkohol.

Produk Redee Patch disinyalir dapat membuat kendala wajah memerah akibat minuman beralkohol yang sangat sering dialami oleh orang Asia, bisa diatasi dalam waktu yang singkat. Beberapa orang yang telah mencobanya telah mengunggah testimoni mereka di akun personalnya, dengan mengatakan bahwa masalah wajah memerah beringsut hilang setelah menggunakan Redee Patch. Dan mereka tidak terkena dampak apapun yang membahayakan alias aman.

Dengan kandungan antioksidan yang dikenal sebagai glutathione dan berikatan dengan asetaldehida, Redee Patch dapat mengubah toksin menjadi asetat yang tidak berbahaya.

Banyak anekdot yang mengatakan bahwa orang Asia sering menggunakan antihistamin seperti Zantac atau Pepcid AC untuk mengurangi efek memerah pada wajah maupun tubuh mereka, setelah minum minuman keras. Dan itu memang benar adanya. Di mana mereka berupaya secara habis-habisan untuk menanggulangi ‘Asian Glow’ ini. Namun pada faktanya obat-obatan ini hanya memperlambat seberapa cepat alkohol di-metabolisme, dan akibatnya dapat meningkatkan kadar alkohol dalam darah dengan sangat cepat.

Untuk diketahui, sebagian besar dari kita memiliki gen yang dikenal sebagai ALDH2, yang dapat mengeluarkan enzim untuk menetralkan asetaldehida sekaligus mengoksidasi alkohol. Namun banyak juga dari kita yang memiliki varian gen, atau tidak membuat cukup banyak enzim, sehingga bisa melepaskan histamin dan menyebabkan reaksi pembilasan. Ini merupakan sesuatu hal yang sangat membahayakan.

Sebuah studi pada Januari 2018 dari Universitas Cambridge di Inggris menemukan bahwa tikus yang tidak dapat memproses asetaldehida, memiliki kerusakan DNA empat kali lebih banyak dalam sel darah, sehingga bisa menyebabkan kerusakan besar pada kromosomnya. Lalu sebuah studi Maret 2009 yang dilakukan oleh para peneliti di AS dan Jepang menemukan bahwa orang dengan sindrom ini memiliki risiko kanker kerongkongan yang meningkat, jika mereka minum alkohol dalam jumlah sedang.

Sementara itu pendiri dari Redee Patch, Ryan Lee, mengatakan kepada Daily Mail Online bahwa masalah dengan menggunakan obat mulas adalah mereka hanya menutupi reaksi flush dan tidak melakukan apa pun untuk mengurangi jumlah asetaldehida dalam tubuh. Lee juga serius bermitra dengan para peneliti metabolisme alkohol untuk merumuskan produknya ini secara sungguh-sungguh. Bahan aktif utamanya adalah antioksidan yang dikenal sebagai glutathione yang berikatan dengan asetaldehida, dan dapat mengubah toksin menjadi asetat yang tidak berbahaya.

Ryan Lee melakukan uji coba bersama seorang Blogger dan vlogger bernama Maggi Mei, yang  mendokumentasikan pengalamannya tersebut di blog maupun saluran YouTube-nya. dia mengatakan bahwa Redee Patch ternyata mampu menyembuhkannya ‘Asian Glow’ yang biasa menimpa dirinya saat dia meneguk bir maupun minuman beralkohol. Trial ini berlangsung dengan mulus.

Di lain kesempatan, Melissa Lee, CEO dari The GREEN Programme, mengatakan kepada Daily Mail Online bahwa ia biasanya berwajah merah ketika selesai minum bir maupun alkohol. ‘Saya hanya akan mendapatkan reaksi yang sangat tidak nyaman terhadap alkohol. Gatal, sakit kepala, mual. Selalu seperti itu. Bayangkan, ini hanya akibat dari dua teguk bir saja!’ katanya. Namun, setelah menggunakan produk Redee Patch, semua masalah tersebut dapat teratasi dengan baik. Anda penasaran? Kami pun.