Wajar Saja Jika Cruel Intentions Dianggap Sempurna

Cruel Intentions dibuka dengan scene super-fancy dari seorang pemuda 20tahun berkendara  Jaguar 1956 XK 140-nya di jalan bebas hambatan kota New York dengan latar lagu Every You Every Me. Dilanjut dengan berbagai drama, tingkah licik, tipu daya serta dialog-dialog mesra, namun punya ending duka dan balas dendam.

Mimik menggoda dari Sarah Muchelle dan Reese Witherspoon di poster film Cruel Intentions menjadi daya tarik tersendiri memang, terutama bagi beberapa pria muda yang jenuh dengan tayangan sampah televisi dan butuh hiburan alternatif.

Cruel Intentions merupakan film yang diadaptasi dari artefak novel kuno berjudul Les Liasisons dangereuses yang ditulis apik Pierre Choderlos de Lanclos di 1782. Di 90-an, Roger Kumble yang jeli melihat isi cerita tersebut pun menggodoknya menjadi sebuah karya drama romantis dengan bumbu-bumbu perselingkuhan, kebohongan, tingkat licik serta sedikit jurus seksual berdurasi 97 menit.

Bercerita tentang hubungan inses antara playboy kelas atas, Sebastian Valmont (Matthew Ryan Phillippe) dengan kakak tirinya, Kathryn Merteuil (Sarah Michelle Gellar) yang merupakan gadis sosialita gila pengakuan serta haus pujian. Hubungan keduanya penuh dengan intrik love/hate, Kathryn tau adiknya punya obsesi seks pada dirinya dan tahu jika Sebastian rela melakukan apa saja demi seranjang dengannya. Dari hal tersebut membuat Kathryn menantang Sebastian untuk mendapatkan keperawanan Annette Hargrove (Reese Witherspoon), putri kepala sekolah yang dikenal sukar untuk didekati lelaki dan punya sangat menolak seks bebas. Imbalannya jika berhasil Sebastian dapat tidur dengannya, sebaliknya jika gagal, Sebastian harus menyerahkan Jaguar 1956 XK 140-nya kepada sang Kakak.

Sebastian yang menerima tantangan tersebut pun terjebak pada realita sulit. Dirinya dihadapkan pada ironi tantangan dari sang Kakak dan jatuh cinta sesungguhnya dengan sosok Annette. Sebastian tidak mengira dirinya akan dilanda dilema sadis.

Masalah-masalah inti yang dihadapi Sebastian, Kathryn dan Annette mungkin tidak terlalu umum. Namun drama dan penokohan masing-masingnya membawa cerita begitu hidup. Film ini juga punya porsi tepat pada setiap aspeknya. Sisi humor yang terhitung pas, kisah cinta romantis yang tidak cheesy dan dialog-dialog yang luwes tanpa banyak kesan maksain.

Cruel Intentions juga disokong ode-ode tercemerlang di medio 2000. Wajar jika film ini berhasil memborong banyak penghargaan serta nominasi-nominasi berpretensi di tahun 2000. Wajar jika Cruel Intentions punya banyak pengikut serta maniaknya hingga hari ini.