Van Halen: FUCK

For Unlawful Carnal Knowledge merupakan album studio ke-9 dari Van Halen, yang konon gitaris serta penggebuk drumnya, Eddie Van Halen dan Alex Van Halen, memiliki darah Indonesia, tepatnya Rangkasbitung. Ok, mari kita langsung bahas apa saja yang tersaji di album fenomenal ini.

Dirilis tahun 1991, For Unlawful Carnal Knowledge yang di kemudian hari lebih dikenal dengan sebutan album FUCK, menghadirkan berbagai bala hits di dalamnya. ‘Poundcake’ menyisir kehalusan aransemen Rock padat bergizi yang berbalut isian-isian mentah harmonis dari gitar Eddie dan suara sang vokalis, Sammy Hagar.

‘Judgement Day’ banyak mengeluarkan kemampuan maksimal Eddie dalam hal teknik tapping yang bergulat dengan atraksi handle gitar beliau, di mana dia seolah ingin terus menerus memperkosa gitar. Beberapa gitaris lokal banyak yang mengadopsi cara bermainnya, salah satu yang paling ambisius adalah Mr. Eet Sjahranie, gitaris EdanE.

Ada tembang ‘Runaround’ yang berkomposisi sederhana namun lagi-lagi memperlihatkan kemampuan Eddie menari-nari di atas fret gitar. Sungguh lincah. Dia membuat bunyi satu gitar di sebuah lagu selaksa penuh sepenuh-penuhnya, dan sukses memadumadankan musik rock dengan not-not pop pada bagian refrainnya. Bunyi drum yang dihasilkan sang kakak pun, Alex Van Halen, empuk juga konsisten menjelajahi setiap sudut lagu.

Lagi-lagi di tembang ‘Pleasure Dome’ Eddie menyuguhkan teknik harmoni dan guratan depth yang inovatif. Anda ingin menyimak lagi kelebihan maupun keterampilan Eddie dalam hal berjingkrak-jingkrak di atas fret? Temukan jawabannya dalam lagu ‘Man On A Mission’.

Selain Eddie, tentu saja yang perlu diberi garis tebal adalah kemampuan Sammy Hagar dalam hal bersungut-sungut lirik. Suaranya yang tinggi kering dan selalu melengking menjadi fenomena menarik dari band ini. Sepeninggal vokalis sebelumnya, David Lee Roth, Sammy berhasil menciptakan Van Halen yang berbeda. Kontribusinya menjadi cetak biru sejarah rock yang harus diperhitungkan dalam kancah ini, untuk selamanya. Sebagian penggemar berpendapat, selain Eddie, Van Halen sesungguhnya adalah Sammy, dan sebagian lagi beropini bahwa Sammy bertanggung jawab akan kemunduran not-not di dalam musikalitas Van Halen. Anda ada di sisi sebelah mana?

Dan yang paling epik adalah lagu ‘Right Now’. Dengan intro super fenomenal, lagu gagah tersebut berhasil membawa pendengarnya seperti memasuki sebuah gerbang kedigjayaan kaisar rock. Cara tutur notasi-notasinya bagus sekali. ‘Top Of The World’ menjadi penutup manis album FUCK ini. Sangat Van Halen! Dengarkan lagi album ini, mudah-mudahan akan membuat hari Anda menjadi lebih nyaman.