24 Hour Party People: Tony Wilson, Post Punk and Madchester Rave Culture

Sindikasi gerakan new wave, post punk, punk rock, segala macam benih house music DJ dataran Inggris, serta rave party di semua daratan Eropa dimulai dari sini. Di mana Mick Hucknall (selanjutnya dikenal sebagai vokalis Simply Red, Morrissey, Joy Division, A Certain Ratio, The Durutti Column, Happy Mondays termasuk ke dalamnya. Awalnya ketika Tony Wilson, seorang pemburu bakat, menyaksikan performa The Sex Pistols untuk pertama kalinya di sebuah tempat bernama Manchester’s Lesser Free Trade Hall, bersama 39 orang lainnya, termasuk di dalamnya adalah nama-nama yang telah disebut di atas barusan. Saat itu pula Tony Wilson, seorang reporter dari Granada TV, sekaligus pemerhati perkembangan musik di Inggris, menyaksikan Joy Division yang menjadi band pembuka-nya The Sex Pistols. Dan, dia langsung jatuh cinta terhadap grup tersebut.

Tanpa berpikir panjang, Tony Wilson mengajak seorang produser handal akhir 70-an, Martin Hannett, untuk membuat label bertajuk The Factory Records. Hannett merupakan seorang pemuda tanggung lulusan University of Manchester Institute Science and Technology. Sebelum mereka berdua serius dengan label ini, Tony dan Hannett menyempatkan diri melobi Granada TV, untuk memasukan band-band pilihan dia ke dalam sebuah acara yang dia pandu, bernama ‘So It Goes’.

Tony Wilson, Martin Hannett, Peter Saville (seorang art director yang namanya pada saat itu begitu popular di skena musik bawah tanah Inggris, berkat sentuhan tangan dinginnya untuk berbagai macam artwork grup-grup ‘kelas dua’ britania raya), dan sosok bernama Rob Gretton, pria eksentrik manager-nya Joy Division sewaktu mereka masih bernama Warsaw, sepakat untuk total di The Factory Records, dengan mengajak Joy Division dan Happy Mondays sebagai andalan label ini.

Album pertama Joy Division Unknown Pleasures digarap Martin Hannett dengan sangat serius, meski Tony Wilson harus meluangkan banyak waktu demi kelancaran proses rekaman band ini, dikarenakan sang vokalis, Ian Curtis, ternyata mengidap epilepsi dan bipolar yang lumayan akut. Kerap kali pria misterius ini mendadak ayan di atas panggung, sehingga pertunjukan terhenti. Dan tak jarang Ian malas melakukan take vocal, karena masalah-masalah yang dia ciptakan sendiri di dalam pikirannya. Personil lainnya, Bernard Sumner (vocal), Peter Hook (bass), Stephen Morris (drum), merupakan belahan jiwa Ian Curtis yang begitu loyal. Sehingga jika Ian bipolar mood-nya kambuh, mereka akan tetap loyal menunggu hingga mood Ian kembali membaik.

Setelah meraih prestasi istimewa dari penjualan Unknown Pleasures Factory Records meminta Joy Division untuk mempersiapkan materi album keduanya yang kita kenal sebagai salah satu the must have post punk album, yakni Closer. Ternyata kian hari kondisi kesehatan mental Ian Curtis semakin memburuk. Dia menjadi sosok depresi, puncaknya adalah kegiatan bunuh diri yang dia lakukan sebelum album tersebut dirilis.

Tony Wilson mencoba melanjutkan Factory Records dengan Happy Mondays, di mana band ini terkenal dengan attitude-nya yang berantakan, terutama sang vokalis, yaitu Shaun Ryder, yang dikenal dengan sebutan ecstasy man. Shaun tidak bisa hidup tanpa party dan ecstasy. Ketika Tony Wilson sering menjadikan Happy Mondays sebagai line up utama di club yang dia miliki, The Hacienda, kekacauan tingkat tinggi seringkali terjadi karena ulah Shaun. Di mana Shaun teler berat, menghancurkan turntable, hingga membakar sofa-sofa The Hacienda. Dari sini episode kegilaan Madchester berawal.

Meski begitu, Tony Wilson dan Factory Records tetap merilis EP mereka yang dinamakan Delightful EP, dan album pertamanya Squirrel and G-Man Twenty Four Hour Party People Plastic Face Carn Smile (White Out) yang menjadi embrio rave music di seluruh dunia, karena materinya yang sungguh jenius sekaligus luar biasa! Happy Mondays memang juara. Dan mereka adalah pionir Madchester Rave Scene. Selebihnya, karir Tony Wilson dan Martin Hannett dalam industri musik berlanjut dengan New Order. Yang pasti, baik buku maupun film ini, sama kerennya.