The Specialist : Adikarya Gagal Dari Si Ratu Bom Seks dan Pangeran Bina Raga

Film ini sebenarnya dibintangi oleh mereka mereka yang sepak terjangnya sudah sangat fasih di dalam asam garam industri layar perak Hollywood. Namun entah kenapa, kolaborasi Sharon Stone (May Munro), Sylvester Stallone (Ray Quick), Eric Roberts (Tomas Leon), dan James Woods (Ned Trent), terasa sangat hampa di dalam film rilisan tahun 1994 ini.

Sharon Stone yang kala itu memegang tongkat estafet sebagai Bom Seks yang paling diminati oleh sejagad perfilman, memainkan peran seorang perempuan super seksi bernama May Munro yang dendam kesumat terhadap pembunuh ayahnya, di mana dia ingin sekali menghabisi setiap orang yang terlibat di dalam peristiwa pembunuhan tersebut. Munro menyewa jasa ahli bom bernama Ray Quick yang diperankan oleh si Pangeran Bina Raga 4 dekade, Sylvester Stallone, untuk membantu dia menyelesaikan misi balas dendamnya ini.

May Munro akhirnya menemukan jalan untuk bertemu dengan anak dari si pembunuh bapaknya yang bernama Tomas Leon, yang diperankan oleh Eric Roberts. Tomas Leon yang tampan dan sangat kaya raya, digambarkan sebagai penguasa Miami. Dia bertemu dengan May Munro di sebuah pesta gemerlap sosialita. Singkat kata Tomas Leon jatuh cinta terhadap May Munro yang super seksi pada pandangan pertama, dan kemudian May Munro memainkan peran cantiknya, dengan menjadi pacar dari Tomas Leon. Lalu Munro mencoba masuk ke dalam kehidupan Leon, hingga pada sebuah kesempatan istimewa Munro dapat melancarkan aksi balas dendamnya tersebut.

Namun perjalanan tidak semudah cerita di atas. Di pertengahan jalan ada seorang sosok polisi jahat yang notabene kebetulan merupakan bekas kolega kerja Ray Quick, bernama Ned Trent. Tokoh antagonis ini diperankan oleh si spesialis peran-peran jahat, James Woods. Ned Trent juga kebetulan berada di pihak Tomas Leon, yang mendapatkan tugas untuk melindungi Leon dari marabahaya.

Hal-hal serba kebetulan ini membuat film ‘The Specialist’ menjadi bernilai murah. Asli, jadinya secara keseluruhan film ini bak karya picisan kelas D, yang bakal bikin kita terpingkal-pingkal, saking jalan ceritanya absurd dan serba dibuat-buat.