The Lightning Seeds: Dizzy Heights

Dizzy Heights pada masanya merupakan album sejuta umat yang karya-karya di dalamnya sudah sangat diagungkan seperti lagu-lagu Top 40 papan atas pada masa tersebut. Merupakan album ke-empat dari salah satu band garda depan British Alternative Rock, The Lightning Seeds, album ini memulai pergerakan sebagai band Inggris pionir yang mengedepankan notasi-notasi ceria serta gembira, sebagai ciri khas bermusiknya.

Dirilis pada tahun 1996, Dizzy Heights tanpa ampun langsung mendapatkan tempat terbaik di kalangan anak Indies/Britpop di seluruh dunia. Utamanya AsiaTenggara. Tengok saja beberapa cuplikan acara-acara Indies di ibu kota pertiwi, maupun kota kembang, di era 90-an serta awal 2000-an, cukup banyak grup lokal yang mendedikasikan diri sebagai band cover version yang memainkan lagu-lagu The Lightning Seeds, terutama dari album ini.

Progresi kord yang aksennya sangat Pop Inggris 90’s sekali, menjadi senjata paling mutakhir musik Britpop pada masa itu. Dan ini menjadi kekuatan utama The Lightning Seeds. Hal tersebut tercuplik jelas dalam track-track singalong semacam ‘Imaginary Friends’, ‘You Bet Your Life’, dan salah satu lagu terjenius di era itu, ‘Waiting for Today to Happen’.

Dengan tim inti Ian Broudie (vokal, gitar), Simon Rogers (kibor, programming), Martyn Campbell (bass), Angie Pollack (kibor), Chris Sharrock (drum), dan beberapa additional kugiran yang tak namanya tak bisa disebutkan satu per satu di sini, ‘Dizzy Heights’ menjadi album monumental kebanggaan anak indies/britpop sepanjang masa. Bukti kongkrit jenialnya ada di lagu ‘Sugar Coated Iceberg’, ‘You Showed Me’, dan ‘Ready or Not’ yang benar-benar luar biasa epik. Bagi yang belum mendengarkan, silahkan dengarkan langsung Dizzy Heights untuk menguji kehebatan album fenomenal ini.

Oh ya, mereka pernah datang beberapa tahun lalu untuk manggung di Senayan. Namun hasilnya lumayan buruk. Sampai-sampai saya tidak berani menceritakannya di artikel ini.