Album Maksa The Lemon Twigs : Go To School

Dikomandoi oleh dua bersaudara Brian D’Addario dan Michael D’ Addario yang menguasai sektor vokal serta mendominasi segala instrumen, The Lemon Twigs mencoba membangunkan kembali macan glam, dimulai dari pengaplikasian lafal a la Mick Jagger, hingga keseruntulan model Elvis Presley, ke dalam rilisan 2018 ini.

Dimulai dari ‘Never in My Arms, Always in My Heart’ yang agak The Rolling Stones album-album terakhir, menjadi pembuka yang lumayan membuat bertanya-tanya.  Lalu dilanjutkan ‘The Student Become The Teacher’ yang agak membosankan, sukses mendapat ganjaran skip, dilanjutkan lagu ‘Rock Dreams’ yang mulai dipaksakan. Ya, lagu ini pembuatannya seperti maksa harus jadi. Hasilnya jadi tidak enak.

‘The Lesson’ pun berhasil menjadi babak kebosanan selanjutnya. Cukup memiliki andil yang kuat dalam membuat album “Go To School” ini menjadi salah satu album yang tidak berfaedah era akhir 2010-2020. Sementara ‘Small Victories’ seperti sebuah kumpulan peserta pacu kuda yang tidak tahu mau diarahkan ke mana, benar-benar kehilangan petunjuk.

Beringsut ke ‘Wonderin Ways’ yang kian memilukan, menjadikan The Lemon Twigs sebagai salah satu seni kalcer yang patut was-was, akan seperti apa masa depan karir mereka selanjutnya. Track tadi membuat jenuh, dan membangkitkan keinginan saya untuk segera menyudahi proses dengar album ini.

Hingga akhirnya ‘The Bully’ lumayan menjadi penyejuk, meski ngga sejuk-sejuk amat. Karena tembang-tembang selanjutnya benar-benar usang dan bikin bad trip. Tamat.