Film Rekomendasi Kami Minggu Ini: The Devil All The Time

Dipenuhi kekacauan-kekacauan yang timbul akibat dari pemujaan terhadap Tuhan yang berlebihan, di mana pendeta-pendeta ngaco menjadi poin utama dari film ini, sehingga semua yang terkait terkena dampaknya.

Dikisahkan Willard Russell baru saja pulang dari perang dunia kedua, di mana dia terpaksa harus menghabisi nyawa atasannya, Miller Jones, yang sudah terpasung berdarah-darah oleh pihak Jepang. Willard menembak kepala Miller hingga mati.

Willard kemudian pulang ke tanah kelahirannya, Coal Creek, di mana ia mampir ke Meade, dan bertemu dengan kelak calon istrinya, Charlotte. Yang digambarkan sebagai seorang pelayan bar cantik, baik hati dan gemar menolong.

Singkat cerita, Charlotte akhirnya dipersunting Willard Russell, hingga mereka memiliki seorang anak pria yang diberi nama Arvin Russell.

Sementara itu diceritakan seorang perempuan yang kehilangan keluarganya akibat tragedi kebakaran, bernama Helen Hatton, yang ikut tinggal bersama ibu Willard, Emma Russell, kepincut kepada pendeta gila bernama Roy Laferty.

Persoalan menjadi kompleks ketika Helen yang dinikahi Roy, dibunuh oleh Roy yang bersikeras untuk dipertemukan dengan mujizat Tuhan, dengan menjadikan istrinya sebagai tumbal, di mana dia berharap Helen bisa hidup kembali melalui konsep komunikasi dengan Tuhan yang sudah dilatih Roy berhari-hari lamanya.

Willard Russell kehilangan istrinya, Charlotte Russell, yang meninggal karena kanker, ikut-ikutan menjadi gila dengan membunuh anjing kesayangan piaraan Arvin, di mana dia percaya, bahwa dengan membunuh binatang akan mengembalikan ketenangan dirinya yang masih trauma karena telah membunuh Miller Jones di medan perang. Willard juga sempat membangun ‘Gereja’ versi dia sendiri di dekat rumahnya, yaitu sebuah lahan yang hanya diisi sebilah salib rotan tua, yang setiap hari digunakan Willard untuk bersembah sujud terhadap Tuhan, untuk menenangkan kejiwaannya. Willard kerap kali memaksa Arvin untuk turut serta dalam pemujaannya, demi keseimbangan hidup dia.

Tragisnya, Willard kemudian melakukan bunuh diri. Dari sini cerita keren film ini mulai meluap. Lenora, anak dari Helen dan Roy yang menjadi saudari tiri Arvin, tumbuh kembang bersama dengan Arvin hingga ke masa remaja. Mereka berdua bak dua bersaudara keturunan dari orang-orang stres yang tetap berani menghadapi berbagai kenyataan di dalam kehidupannya.

Diceritakan lagi Lenora kerap menjadi bahan pembulian teman-temannya, hingga di suatu ketika Arvin melakukan aksi balas dendam yang spektakuler sekali, yang berhasil membuktikan dirinya sudah pantas disebut seorang pria matang, mandiri, dan pemberani.

Cerita selebihnya, Anda saksikan saja sendiri di Netflix.