The Cure Adalah Profesor Pop di Dalam ‘The Head On the Door’

The Cure merupakan pengecualian dari segala grup kult. Terbukti dari hasil album ini yang dirilis tahun 1985.

Isinya dapat menjangkau beberapa generasi selanjutnya untuk beberapa dekade ke depan. Sangat kuat dan membekas! Robert Smith sebagai pawang New Wave dan New Age, sukses memengaruhi segala generasi pop. Kepiawaian dia dalam merangkai nada-nada galau, dibantu oleh Thompson, Gallup, William, dan Tolhurst sungguh berdebar dan sukma.

‘In Between Days’, ‘Kyoto Song’, ‘The Blood’ adalah curah dinamis yang dingin membeku menjadi prasasti para cimit-cimit pop masa kini. Terhujam mengeram secara progresif, dan menjadi monumental berkat dari segala gundah kekalutannya. Disko dansa resah adalah konsep The Cure dalam menuangkan segala keberingasan curhat Robert Smith. Coba saja simak ’Six Different Ways’ yang terlalu keren untuk dirilis pada saat itu. Menyeringai, menukas jernih, dan menggebu secara disiplin.

Belum lagi lagu-lagu lainnya yang selalu menerka kondisi romantisme dunia melalui lirik yang terbersit dalam ‘Push’, ‘The Baby Screams’, dan ‘Close to Me’, sungguh teramat jenial. Mari berharap, semoga saja warisan yang sudah dituai oleh Robert Smith dapat dijadikan candi kreatif bagi seluruh umat pop imajiner di setiap sudut bangsa. Karena The Cure adalah warisan musik kreatif yang paling berharga yang pernah ada di muka bumi.