The Crown Season 3 Dengan Ragam Skandal Britania Raya

Masa kelam Perang Dunia kedua berakhir. Nazi terkubur bersama azab biadabnya, dunia berganti ke era hitam baru bernama Perang Dingin. Dua negara adidaya Amerika Serikat dan Uni Soviet gencar bersaing propaganda. Sementara di tanah Eropa, Inggris bersama Elizabeth II membenah diri, problema nya tergambar dramatis lewat seri The Crown season 3 bergawang Netflix.

Di tengah krisis ekonomi yang melanda benua biru, Inggris harus kehilangan putra terbaiknya. Sang Pelita Masa Kelam, Sir Winston Churchill tutup usia pada 1965. Pemakaman nya pilu, Britania Raya berduka total. Kendali parlemen yang sebelumnya di gawangi Partai Konservatif pun berganti. Tongkat jabatan dioper ke Partai Buruh yang di komandoi Harold Wilson. Kala itu, KGB adalah musuh besar Eropa, sementara masa muda Wilson banyak dihabiskan di Soviet. Episode awal di buka dengan kecurigaan Ratu pada sang Perdana Menteri.

Satu dari lain hal yang menjadi sorotan yaitu pergantian dan penambahan pelakon di The Crown season 3 ini. Peran cantik Elizabeth muda yang sebelumnya di isi oleh Clarie Foy digantikan oleh Olivia Colman sebagai Ratu di usia senja. Sementara Tobias Menzies menggantikan Matt Smith sebagai Pangeran Philip dan Perdana Menteri, Harold Wilson diperankan oleh Jason Watkins.

Selain episode pamungkasnya di awal, The Crown season 3 juga punya cerita projek perubah citra kerajaan yang diinisiasi Pangeran Philip lewat film dokumentasinya. Ada juga kekecewaan masal masyarakat pada Buckingham Palace dengan telatnya respon Ratu Elizabeth di peristiwa Aberfan. Dan yang paling mengaduk emosi jatuh pada proses pelantikan Pangeran Charles sebagai Prince of Wales yang kala itu ditentang para nasionalis lokal, kepala dingin dan sifat adaptif sang Pangeran tergambarkan jelas lewat sandiwara Josh O’Connor.

The Crown season 3 dapat dikatakan sebuah masterpiece dari teater biografi dan karya dokumenter. Dengan inti permasalahan dan dramanya, seri ini adalah paket lengkap pengetahuan dan hiburan. Intrik kerajaan, skandal hingga ragam untold story adalah warna-warna di 10 episodenya. Sajian yang tidak biasa di tengah masifnya serbuan hype series kisah gembong narkoba dan atau bahkan hikayat sampah drama cinta muda-mudi asia.