Taybeh Beer, Bir Halal Yang Mempersatukan

Tabu rasanya mengetahui ada bir yang punya label halal, karena bir sejatinya mengandung alkohol dan untuk umat muslim alkohol itu diharamkan dalam ajaran agamanya. Tapi apa jadinya jika bir tersebut dibuat oleh negara muslim Palestina? Hasilnya adalah Taybeh Beer, bir halal yang mempersatukan.

Perusahaan bir Taybeh didirikan tahun 1994 oleh keluarga Nadim Khoury di Palestina. Pabriknya berada di desa tepi barat Taybeh, 35 kilometer dari utara Yerusalem. Bir pertamanya diproduksi pada tahun 1995. Nama Taybeh sendiri diambil dari sebuah distrik di Rammalah, tempat pabrik itu didirikan. Selain itu, Taybeh bisa juga berarti “enak”.

Awalnya Taybeh Beer dibuat layaknya bir pada umumnya yang mengandung alkohol. Tapi, sang pemilik yang bernama Nadim Khoury sangat berusaha membuat minuman yang tak mengandung alkohol tapi tetap terasa enak. Usahanya pun akhirnya berhasil.

Tapi keberhasilan Nadim menciptakan bir non-alkohol tidak berjalan terlalu mulus pada awalnya. Kelompok Hamas (kelompok Islam garis keras Palestina) melarang Taybeh Beer untuk diproduksi, termasuk yang halal. Dengan usaha yang keras dan tak mengenal kata menyerah, akhirnya Nadim berhasil meloloskan bir nya untuk dijual.

Ada enak jenis bir yang diproduksi untuk pasar lokal dan internasional, yaitu bir terang, bir gelap, bir putih, bir emas, bir kuning, dan bir bebas alkohol untuk muslim yang warna hijau agar lebih menggambarkan Islam. Selain Taybeh Halal rasa original, Taybeh Halal juga bisa dinikmati dalam rasa apel.

Enam puluh persen bir nya dijual di kawasan Tepi Barat. Tiga puluh persen nya dijual ke Israel, dan sepuluh persen sisanya dijual ke Spanyol, Inggris, Chile, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat. Israel bisa jadi pasar penting untuk Bir Taybeh. Setelah mendapatkan sertifikasi kosher resmi dari seorang rabbi, jalan pemasaran bir ke wilayah Yahudi terbuka lebar. Kosher sendiri adalah aturan makanan yang dimiliki umat yahudi yang bahkan jauh lebih ketat dari aturan halal umat Muslim.

Bagi Nadim Khoury, bisa dijualnya Taybeh ke Israel bukan hanya sekedar bisnis, tapi sebuah kontribusi untuk perdamaian kedua belah negara yang sudah terlibat konflik sejak lama. Taybeh bisa mempersatukan orang-orang Palestina dan Israel – Muslim, Yahudi, dan Kristen.

“Dengan atau tanpa alkohol, sebotol bir akan membuat orang rileks dan melupakan politik untuk sementara waktu,” kata pria berusia 59 tahun tersebut.