Supersonic : Oasis, Drama Gallagher, dan Pamor Abadi

Tidak ada alasan yang tepat untuk melewatkan aksi influensial pemuda-pemuda asal Manchester ini dalam hikayat musik peradaban. Sebuah karya dokumenter berjudul Supersonic dipersembahkan. Merangkum sebagian kisah dibalik tembang-tembang bernas, gaya nyentrik yang ditampilkan, persona rockstar dari masing-masingnya dan jalan berliku Oasis hingga menjadi zeitgeist hingga detik ini.

Supersonic merupakan karya dokumenter arahan Mat Whitecross yang dirilis pada 2016 lalu. Awal cerita dibuka dari masa kecil dua Gallagher bersaudara yang punya berbagai tingkah tengil. Noel dengan kelicikannya dan Liam dengan berbagai kasus kenakalan dan perkelahiaannya. Untung keduanya tenggelam dalam musik, candu baru yang kemudian jadi pengalihan keduanya dari ceruk kriminalitas remaja yang begitu gandrung era itu.

Beranjak dewasa, Liam tergabung dalam sebuah band bernama The Rain bersama Paul ‘Guigs’ McGuigan, Paul ‘Bonehead’ Arthurs dan Tony McCarroll. Dalam perjalanannya The Rain pun memutuskan untuk merubah namanya menjadi Oasis. Noel masih bersama Inspiral Carpets saat itu, bekerja sebagai roadie dari panggung-ke-panggung tanpa satu pun karya yang tercipta atas namanya hingga akhirnya sang Adik mengajaknya bergabung dalam Oasis. Noel yang punya berpuluh draft lagu pun mengiyakan ajakan tersebut.

Bersama Noel dan lagu-lagu hasil tulisannya Oasis menjelma menjadi band spektakuler yang lahir di awal dekade 90-an, 1991 tepatnya. Meski dengan nada-nada sederhana, tembang seperti Supersonic, Live Forever dan Shakermaker yang dikompilasikan dalam album Definitely Maybe berhasil  menembus chart teratas blantika musik negeri Ratu Elisabeth. Popularitasnya pun menghentakan benua asia. Film ini juga mengisahkan kunjungan Oasis ke negeri Sakura yang disambut dengan ingar bingar penonton sejak pesawatnya mendarat.

Film Supersonic juga mengisahkan darmawisata Oasis dalam pergerakan British Invasion di medio 90-an. Namun jelajahnya ke benua Amerika tidak semulus Asia, Oasis yang sedang tidak sehat karena pagebluk metamfetamin yang mengandrungi seluruh personil dan kru bermain kacau kala lawatannya ke San Fransisco di 1994.

Namun Liam, Noel, Bonehead dan drummer baru mereka Adam berbenah dengan keluarnya beberapa single-single pamungkas lainnya. Gelaran konser dua hari di Knebworth memalingkan mata dunia. 250.000 penonton memadati arena konser, 2,5juta permintaan tiket menunggu, 4% dari populasi Inggris menanti penampilan Oasis. Konser ini masih menjadi rekor tersukses Inggris hingga hari ini.

Oasis, Gallagher bersaudara, drama love/hate dan bagaimana mereka menjajaki puncak sukses menjadi kisah apik yang disajikan Supersonic. Tidak lupa persoalan sengketanya dengan Tony McCarroll (mantan drummer) yang mengajukan tuntutan royalti hayalannya. Supersonic merupakan salah satu film dokumenter-musical terbaik yang pernah dibuat. Sungguh.