Senyawa Stone Temple Pilots di Dalam “Purple”

Album kedua dari pasukan alternatif asal San Diego bermuatan almarhum Scott Weiland (vokal), Dean DeLeo (gitar), Robert DeLeo (bas), dan Eric Kretz (drum) ini sukses menelurkan album yang hampir kesemuanya menjadi hits.

Lagu-lagu legit semacam ‘Meatplow’, ‘Vasoline’, ‘Lounge Fly’, ‘Interstate Love Song’, ‘Big Empty’, terurai secara menyenangkan melalui entakan-entakan rapat dinamis yang dikomandoi DeanDeLeo. “Purple” adalah masterpiece yang berhasil membawa musik grunge maupun rock alternatif asal Paman Sam naik kelas, selevel dengan U2 dan pasukan boyband Inggris mainstream.

Kewibawaan Scott Weiland sebagai biduan yang bertanggung jawab terhadap enak tidaknya lagu-lagu dari Stone Temple Pilots, teruji secara jeli di dalam album ini. Berat, serak, penuh gurat, menjadi nilai lebih yang tidak terelakan lagi, hal tersebut menjadi poin penting dari kelegendarisan Stone Temple Pilots.

Pola musik rock bernyawa namun berkemasan sederhana, terbulirkan dengan cara yang sangat elegan melalui album ‘Purple’. Stone Temple Pilots patut disejajarkan bersama Pink Floyd maupun The Who. Jangan pernah remehkan 90’s, karena dari sinilah kehidupan bermusik masa depan dimulai.