‘Star Wars: The Rise of Skywalker’ Jadi Penutup Saga dengan Jawaban dari Rahasia Besar

Siapa sebenarnya Rey? Kekuatan besar apa yang akan dihadapi para Rebellion? Kenapa Palpatine bisa hidup kembali? Semua pertanyaan itu akhirnya terjawab di saga penutup kisah perang bintang paling ikonik selama lebih 40 tahun ini. Ya, Star Wars: The Rise of Skywalker adalah sebuah film yang wajib ditonton.

‘Star Wars: The Rise of Skywalker’ dibuka dengan adegan dimana Kylo Ren (Adam Driver) bersama Knights of Ren (pelayan yang mematikan dan misterius bagi Kylo Ren) sedang membantai sebuah kaum di sebuah planet untuk mendapatkan artefak penunjuk jalan ke tempat dimana Emperor Palpetine dan para Sith berkumpul.

Setelah itu, adegan berganti saat Rey (Daisy Ridley) sedang menjalani latihannya sebagai seorang Jedi yang dilatih oleh Leia Organa (Carrie Fisher). Tapi saat itu, Rey merasa gelisah kalau dia tidak yakin bisa menjadi Jedi seperti yang diharapkan. Di lain keadaan, Trio Poe Dameron (Oscar Issac), Finn (John Boyega), dan Chewbacca sedang menyelidiki kabar mengenai hal buruk yang bisa menyebabkan peperangan besar.

Pada pertengahan film, pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari dua film Star Wars sebelumnya perlahan mendapatkan jawaban. Emperor Palpatine yang diketahui sudah mati dibunuh oleh Darth Vader pada Star Wars episode 6 ‘Return of the Jedi’ akhirnya menampakan diri di planet Exogal dan ditemui oleh Kylo Ren. Palpetine bisa tetap hidup karena dia menyerap kekuatan dari berbagai Sith. Di sana, Palpetine meminta Ren untuk membunuh Rey dan dijanjikan akan menjadi pemimpin dari Final Order (kekuasaan jahat terbesar setelah First Order) yang diam-diam sudah dipersiapkan oleh Palpatine.

Tapi Kylo Ren punya pemikiran lain. Dia masih ingin mengajak Rey untuk bergabung ke darkside dan mengusai jagat raya, karena Kylo Ren mengetahui rahasia terbesar asal-usul Rey yang selama ini menghantuinya. Tapi sekali lagi, Rey menolak ajakan itu walau dalam hati dan penglihatan Jedi-nya Rey mengetahui jika memang dia memiliki sisi gelap dalam dirinya.

Sisi gelap yang dimiliki Rey ternyata bersangkutan langsung dengan Palpetine. Kenapa? Karena Rey adalah cucu dari Darth Sidious tersebut, yang berarti Rey adalah anak dari Luke Skywalker. Itu adalah jawaban terbesar sekaligus fakta yang tak terduga diberikan dalam film ini. Di satu adegan pertarungan Rey dan Kylo Ren juga memperlihatkan bahwa Rey akhirnya bisa mengeluarkan semacam kekuatan petir yang sama seperti Palpetine.

Jika ditarik dari sejarah keluarga Skywalker, Ayah Luke adalah Anakin Skywalker alias Darth Vader yang lahir dari Ibunya yang bernama Shimi. Dalam film, Ayah Anakin tidak pernah diceritakan sama sekali, tapi dalam komik buatan Marvel yang berjudul ‘Darth Vader’ dijelaskan bahwa Ibu Anakin dihamili Palpetine menggunakan dark force yang dimilikinya.

Fakta lain dalam film ini adalah berpindahnya Kylo Ren dari dark side ke sisi light side setelah mengetahui Ibunya, Leia Organa, harus mati ketika mencoba berkomunikasi dengan dirinya saat bertarung dengan Rey di Planet Endor. Sesaat setelah itu, dia pun dihampiri oleh arwah nyata Ayahnya, Han Solo, yang kembali untuk meyakinkan perasaan Kylo Ren kalau di dalam dirinya masih tersimpan sisi yang baik.

Setelah beralih ke sisi light side lagi, Kylo Ren yang kembali menjadi Ben Solo menyusul Rey yang datang menemui Palpatine di Exagol guna menyelesaikan perang yang selama ini tidak pernah usai. Sementara itu, terjadi pertempuran sengit antara pasukan Rebellion dengan Final Order yang memiliki banyak Star Destroyer dan senjata penghancur masalnya. Poe dan Finn menjadi jendral kembar yang memimpin perlawanan.

Film ini ditutup dengan formula yang sama seperti dua trilogi sebelumnya: light side berhasil mengalahkan dark side dan ada tokoh sentral yang akhirnya mati, dalam hal ini adalah Kylo Ren. Kylo Ren atau Ben Solo mengorbankan nyawanya untuk kembali menghidupkan Rey setelah sempat mati saat berduel dengan Palpatine yang sebelumnya dibunuh oleh Rey. Selain itu, Rebellion menghancurkan Final Order dan berhasil memenangkan perang.

Selain ada tokoh-tokoh dan droid baru yang diperkenalkan, Star Wars: The Rise of Skywalker juga menampilkan kembali wajah-wajah lama yang memegang peranan penting dalam saga cerita ini, seperti penampakan Han Solo, Luke Skywalker, serta Lando Calrissian yang sudah tua.

Walaupun hype dan euphoria film ini terasa sangat besar, tapi film ini juga mempunyai kekurangan terlebih untuk “anak lama” Star Wars. Kekurangan itu terletak di jalan cerita film yang terasa sangat tertebak dan surprising moment yang terbilang hanya sedikit.

Terlepas dan kelebihan dan kekuaranganya, film ini wajib ditonton untuk penggemar fanatik Star Wars ataupun orang-orang yang ingin melihat karya bagus seorang J.J Abraham yang kembali duduk di kursi sutradara. Jadi, demikian lah saga dari keluarga Skywalker ini berakhir. May the force be with you.