Senjata Shoegazer Serta Folk Tarsius Records: Lazysofia dan Deni Taufiq

Di saat gembar-gembor sumbang statuta baru bernama New Normal gencar dilaksanakan, satu surel dari Anoa Record masuk ke kotak pesan kami. Isinya adalah salam perkenalan sederhana dari dua musikus di bawah naungan Tarsius Record (sub-label dari Anoa Records) yang memploklamirkan jika albumnya siap diperdengarkan kepada khalayak.

Kedua album istimewa yang diperkenalkan Anoa Records pada surelnya ini adalah satu LP istimewa milik komplotan shoegazer bernama Lazysofia dengan judul ‘When You’re Mad’, dan satunya lagi EP brilian dari solois balada bernama Deni Taufiq yang diberi judul ‘Lemah, Letih, Lesu dan Segala diantaranya’.

Surel ini juga merupakan salam perkenalan Tarsius Record. Sub label dari Anoa Records yang berfokus pada rilisan bernas yang belum pernah dipublis secara digital dari berbagai band-band brilian yang kurang eksis ataupun belum diketahui secara luas. Dua album sempurna dari Lazysofia dan Deni Taufik adalah debut records ini.

Lazysofia, merupakan band shoegaze asal Bandung yang dibentuk tahun 2010. Beranggotakan dua personil yakni Raditya Nugroho pada instrumen drum dan Thresa Sandra Defika pada departemen vokal dan gitar ini, memulai debut karya suaranya di 2010 melalui dua lagunya, Up in the Air dan So Lazy di bawah naungan Laleuleus Records. Sementara karya mereka selanjutnya bertajuk Come to Me masuk dalam Anoa Records’s Holy Noise – Indonesian Shoegazer Compilation.

Pada album When You’re Mad, Lazysofia memberikan sajian lengkap 13 track. Dengan instrumen yang berbunyi sebaris tanpa ada yang lebih dominan, vokal nyeret-datar, delay pada gitar dan drum yang berdentum mengiring penuh semangat, menjadikan album shoegaze semi post-punk ini menjadi album shoegaze nasional yang paling cukup berbahaya di dekade ini.

Sedangkan album Lemah, Letih, Lesu dan Segala Diantaranya adalah bebunyian balada folk-pop dari seorang Deni Taufiq. Seorang penulis lagu/musisi yang menurut surel dari Anoa dirinya tidak pernah keluar dari kamar. Sibuk onani mungkin?

Musisi yang pernah menggunakan moniker Water Sport ini punya nada seadanya pun sederhana di EP 3L dan Segala Diantaranya ini. Album dengan vokal sumbang, lemas dan rada mendesis dengan genjrengan gitar kopongnya.

Menarik. Dirilisnya kedua album beda aliran musik When You’re Mad & Lemah, Letih, Lesu dan Segala Diantaranya seolah menyiratkan benang merah. Baik Lazysofia maupun Deni Taufiq, dua-duanya sama-sama tahu bagaimana merayakan muak dan kalut pikiran dengan sajian materi sederhananya.