Menyibak kehidupan Rich Brian melalui album ketiganya, di mana lirik-lirik yang dia hadirkan menjadi lebih natural ketimbang dua album sebelumnya, adalah hal mengejutkan sekaligus menyenangkan dari rapper kebanggaan Indonesia ini.

“1999” adalah bukti kongkrit Rich Brian yang berhasil melewati masa transisi sebagai musisi ‘karbitan’ internasional yang sempat dilepeh Pitchfork, namun dengan kerennya ia bisa memutarbalikan fakta ‘Bocah Indonesia Go International’ menjadi pria kebanggaan tanah air, Asia, juga dunia.

Track “Sometimes” menyeruak dengan lirik yang menggigit, sangat nyata, ditambah musiknya pun tidak berlebihan, sehingga menjadi sebuah paket menarik serta penuh keceriaan. Cocok jadi lagu pembuka. Lalu “Don’t Care” adalah pernyataan terbuka Rich Brian mengenai pandangannya terhadap apa yang telah dia alami selama ini. Lugas dan menyalak.

Terbaik ada di lagu “DOA” yang musiknya diselipi drum ‘n’ bass. Dengan lirik harap-harap cemas, Rich Brian seperti memohon sesuatu yang belum pasti, namun dalam hati kecilnya ia tetap berharap hal itu terjadi.

“Love In My Pocket” adalah calon anthem terbaik dari album ‘1999’. Sangat kental dengan tone tipe-tipe lagu hit yang potensial jadi heavy rotation baik di radio maupun stasiun televisi khusus musik.

Akhirnya rapper tanah air yang paling terkenal di dunia tersebut berhasil memukau publik bumi, melalui sebuah karya yang dipikirkan betul.