Belajar Menemui Luka di Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Setiap film pasti memiliki nilai jual berupa rasa penasaran yang hinggap di pikiran setiap pecintanya. Tak terkecuali Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI). Dikenal luas melalui bukunya yang menjadi best seller, membuat film ini memiliki basis penonton yang besar. Pertanyaannya, apakah film NKCTHI mampu mencapai ekspetasi para penikmat kutipan di dalam bukunya?

Mencoba mengulangi kesuksesan seperti bukunya, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) rilis kembali dari versi film. Mengudara mulai 2 Januari kemarin di bioskop nasional, film yang diadaptasi dari buku karya Marcella FP ini memang telah menarik perhatian sejak awal promosinya di akun Instagram resmi Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini.

Bagi Anda yang membaca buku NKCTHI sebelumnya, tentu mengenali sosok Awan. Dia merupakan sosok perempuan berusia 27 tahun pun seorang ibu. Pada buku tersebut terdapat surat yang ditulis Awan bagi masa depan, yang ditujukan untuk anak-anaknya kelak. Namun di filmnya, NKCTHI tak hanya terfokus pada Awan. Tema yang diangkat melainkan perihal keluarga secara menyeluruh.

Pada film NKCTHI, para penonton akan dipusatkan pada cerita keluarga yang terdiri dari tiga bersaudara, yakni Angkasa (diperankan oleh Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara), dan Awan (Rachel Amanda). Melengkapi kisah keluarga ini, ada Narendra (Donny Damara) sebagai ayah, dan Ajeng (Susan Bachtiar) sebagai Ibu.

Satu hal yang menarik, film NKCTHI memakai alur maju mundur maju sebagai cara menyambungkan cerita. Namun hal ini tak serta merta membuat alur cerita menjadi membingungkan, justru dengan alur seperti ini pesan cerita yang disampaikan menjadi semakin kuat, dan konflik yang dibangun antar adegan tetap tersambung dengan baik.

Bicara mengenai konflik utama dalam film NKCTHI ini memang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang kerap terjadi dalam keluarga juga muncul dalam film ini. Bagaimana rasanya dikekang orang tua, hingga kebebasan yang dibatasi tentu pernah dirasakan setiap penonton.

Para penonton mungkin akrab dengan peran yang dijalani oleh Angkasa sebagai anak pertama. Di mana dia diharuskan untuk menjaga dan membahagiakan adik-adiknya. Padahal dibalik semua itu Angkasa sendiri menyimpan permasalahan sendiri. Atau juga Aurora sebagai tengah yang merasa dilupakan lantaran perhatian seluruh keluarga tertuju pada Awan. Sedangkan Si Bungsu, Awan merasa dirinya terlalu diperhatikan sehingga dirinya terbatas dalam berekspresi dan menentukan jalan hidupnya sendiri.

Permasalahan tadi membuat hubungan persaudaraan Angkasa, Aurora, dan Awan semakin kompleks. Peran Pak Narendra dan Ibu Ajeng juga tak kalah penting disini. Sebagai kedua orang tua, mereka sangat berusaha untuk membuat ketiga anaknya bahagia. Terutama sang Ayah Narendra bersedia melakukan hal apapun untuk memastikan keluarganya tetap bahagia, walau sampai menutupi sebuah rahasia yang ia pendam puluhan tahun.

Rahasia inilah yang menjadi inti dari film NKCTHI ini. Tapi tenang, saya tak akan membongkar rahasia tersebut diartikel ini. Yang jelas, rahasia itu berpengaruh besar pada jalan cerita film ini. Terutama saat rahasia itu terbongkar dan diketahui tiga bersaudara Angkasa, Aurora, dan Awan. Hal ini menguji hubungan antara orang tua dan anak di keluarga Pak Narendra. Terbongkarnya rahasia ini juga memperlihatkan bahwa sebagai orang tua, baik itu ayah dan ibu tetap memiliki kesulitan dan kelemahan meski mereka lebih dewasa dari anak-anaknya.

Satu hal yang membuat saya tercekat ketika menonton film NKCTHI, saya diajak untuk menemui perasaan luka atau trauma yang sebenarnya ingin dihindari. Sebagaimana dalam film ini, Pak Narendra berusaha untuk menjauhi trauma masa lalu dari keluarganya untuk memastikan agar mereka bisa bahagia. Dan ini merupakan kesalahan besar yang mempengaruhi kelanjutan hidup seluruh anggota keluarga Pak Narendra.

Satu pesan yang bisa saya ambil dari film NKCTHI ini adalah bila ingin meraih kebahagiaan secara utuh, maka kita harus berani menemui kesedihannya terlebih dahulu. Kemudian juga keterbukaan kepada anggota keluarga menjadi sangat penting untuk dilakukan. Terbuka dengan apa yang dirasakan, atau bercerita tentang masalah yang sedang mendera bisa membuat perasaan kita menjadi lebih baik.

Pujian sudah pasti hadir untuk sutradara, produser, juru kamera, atau pun penulis naskah film NKCTHI. Namun kredit khusus harus diberikan untuk pemilihan soundtrack yang tidak hanya sebagai pelengkap dalam film, tapi juga sebagai penguat pesan dan penyambung antar konflik dalam cerita. Penempatan tiap lagu terasa pas sekali dengan adegan yang ada.

Nampaknya film NKCTHI bisa menjadi pembuka yang pas untuk mengarungi perjalanan Anda di 2020. Karena pesan cerita yang ada di film ini dapat dijadikan bahan renungan untuk terus menjalani hidup. Bagaimana cara menangani kesedihan, amarah, kegagalan hingga mencapai kebahagiaan secara utuh dikisahkan secara matang di film NKCTHI.