Every sha-la-la-la Every wo-o-wo-o, Still Shines

Kakak beradik Richard Carpenter dan Karen Carpenter merupakan anugerah folk soft rock terbaik sepanjang kehidupan berlangsung. Kekekalan lagu-lagu melodius membius milik mereka akan selalu berkesan di hati kita semua untuk selamanya.

Richard tahu betul bagaimana cara mengarahkan Karen agar semua lagu yang Ia kordinir dapat menjadi karya-karya potensial adiktif. Melalui Close To You dan We’ve Only Just Begun mereka mereguk popularitas sebagai salah satu agen lagu nostalgia paling rapih di dalam sejarah genre pop santai.

Keduanya berada di titik nadir terendah ketika Richard menjadi pecandu anti depresan Methaqualone pada akhir 70-an. Hal tersebut disinyalir akibat derasnya nilai produktivitas duo ini dari tahun ke tahun sepanjang dekade 70-an. Di mana keaktifan luar biasa ini terekam dalam 10 album yang dirilis berturut-turut, yakni: Ticket To Ride, Close To You Carpenters, A Song For You, Now & Then, Horizon, A Kind Of Hush, Passage, Christmas Portrait, dan Made In America.

Lalu album ‘Christmas Portrait’ duo ini menjadi album natal kebanggaan rakyat Amerika. Di mana komposisi semacam Christmas Waltz, Sleigh Ride, Have Yourself A Merry Little Christmas, Santa Claus Is Comin To Town, Silent Night, Jingle Bells, Carol Of The Bells, dan Merry Christmas Darling versi mereka, menjadi tembang-tembang natal wajib pasang para penghuni negeri Paman Sam sejak akhir 70-an hingga sekarang. Kerap kali para warga sana berujar bahwasanya soundtrack terbaik untuk perayaan para penunggu Santa Claus tersebut adalah album Christmas Portrait Carpenters. Mereka bilang aransemennya sangat cocok dengan riuh reda salju yang selalu mendampingi kehadiran pesta terbaik akhir tahun tersebut.

Carpenters ditinggalkan Karen pada tahun 1983. Diagnosa penyebab kematiannya adalah Anorexia Nervosa. Merupakan penyakit yang disebabkan karena sebuah program diet yang ugal-ugalan hingga seseorang memusuhi makanan. Tragis.

Carpenters adalah cikal yang elok. Mereka merupakan tonggak sejarah folk era sesudah Bob Dylan, Paul Simon, dan Art Garfunkel. Peninggalan karya-karyanya merupakan warisan seni yang mempengaruhi kehadiran gelombang folk soft rock sejak awal 80-an hingga hari ini. Berbagai petuah yang tertuang di liriknya menjadi pemandu yang benar bagi mereka yang memperjuangkan genre tersebut. Satu lagi, lagu mereka yang akan selalu dikenang karena nadanya yang menghanyutkan adalah Yesterday Once More. Every sha-la-la-la, Every wo-o-wo-o, still shines…