Offside, Satir Sineas Pada Peraturan Kolot Iran

Iring-iringan parade supporter yang tumpah ruah di jalan protokol Iran membuka film komedi-satir berjudul Offside. Kibaran bendera, terompet, petasan hingga saut gendang dan teriak yel-yel jadi pemandangan sepanjang babak film. Iran berhasil lolos Piala Dunia 2006 usai menumbangkan Bahrain. Namun 6 perempuan terkerangkeng di luar stadion akibat kenekatannya menerobos peraturan kolot. Hari itu Iran masih mengharamkan wanita menonton sepakbola.

Offside merupakan film komedi setengah satir yang disutradarai Jafar Panahi. Bercerita tentang perjalanan seorang gadis pemberani yang punya obsesi besar menyaksikan pertandingan sepakbola secara langsung. Gadis pemberani tersebut harus melawan hukum, karena Iran melarang perempuan di negaranya masuk stadion. Sayang, langkah sang gadis pemberani harus terhenti kala aparat mengetahui gerak-geriknya. Dirinya ditangkap, ditahan di sel kecil di luar stadion bersama 5 gadis lainnya yang bernasib sama.

Nuansa satir pada film ini tergambar jelas lewat dialog-dialog antar tokoh dan adegan konyolnya. Aparat kepolisian yang berjaga terlihat seperti sosok dungu pun kurang terdidik. Fasilitas umum digambarkan tidak memadai, begitu pula dengan pelbagai inventaris yang dimiliki para aparat negara seperti mobil polisi kumuh tanpa antena radio.

Film ini cukup mengusik pemerintah Iran. Jafar Panahi pun diancam kurungan 6 tahun, disertai pencekalan berkarya dalam bidang perfilman selama 20 tahun penjara usai peluncurannya. Offside juga dilarang tayangannya di Iran. Meski ditiban banyak masalah di negerinya sendiri, Offside menjadi nominator dalam festival film New York dan Toronto tahun 2006, di tahun yang sama film ini mampu menyabet Silver Bear di festival Berlin.

Offside juga cukup mengusik rezim yang berkuasa lewat satir-satir yang disajikan. Seusai penayangannya, Iran dibanjiri kritik kolotnya rezim dan diskriminasi pada perempuan. Desakan Internasional dan komite FIFA pun melunturkan kebijakan. Pada 2019 lalu akhirnya perempuan diizinkan memadati Stadion Azadi kala Iran menjamu Kamboja untuk pertama kalinya, sejak berpuluhtahun.