Nirvana : Buah Manis Smells Like Teen Spirit dan Lithium

Album ini adalah tonggak awal kebrutalan pop yang sampai kepada titik terbaiknya. Seperti jebakan Batman, seluruh materi nampak biasa saja, namun begitu kita terjerembab ke dalamnya, jiwa otomatis tertanam malas bersama benih grunge tersebut.

Smells Like Teen Spirit membuka cerita dengan jalinan lirik nan pukau bersemi penuh sekat-sekat maut. Pelana Seattle terasa betul dalam jeritan Kurt Cobain di dalam nyawa lagu ini. Intronya menjadi sejarah, lalu guratan drum dari sang Dave Ghrol yang menyaut ajakan Mustang milik Kurt, adalah perkawinan not terindah dekade itu.

Video klip dari lagu tersebut menyeruak alami di antara rona-rona pink hair bands. Anak tanggung usia 13 hingga para calon pemuda jelang 21 mencintai lagu ini sepenuh hati. Mereka mengibaratkan Smells bak bidadari penyelamat yang turun dari venus untuk menyelamatkan kuping jiwa-jiwa sang pemberontak para pengguna kemeja flannel. Smells yang dramatis.

Sementara itu ada satu lagi bahan kandungan berbahaya mereka yang dinamakan Lithium. Tembang ini menjadi paradigma paling berongga untuk kategori musik alternatif terobosan. Kord bolak balik persembahan trio absurd ini seakan menjadi ego yang buas dan berbuah sebagai keterampilan super panas trengginas awal dekade 90-an.

Kurt Cobain, Krist Novoselic, dan Dave Ghrol menjadi cerita heroik rakyat Amerika. Seolah-olah jejumputan peristiwa yang dilalui oleh ketiganya menjadi saluran cendekia untuk mengolah pikiran agar terjauh dari segala kebebalan, dan supaya semuanya tetap terpengaruhi untuk selalu berpikir pragmatis tanpa harus sistematis.

Dari keseluruhan isi album, 2 track barusan berhasil menjadi punda pundi perdamaian kaum terpinggirkan, yang dapat mempererat seluruh makhluk hidup penikmat MTV awal 90 di manapun mereka berada. Cerita-cerita romansa generasi selanjutnya yang mengalir positif ibarat quotes motivasi, banyak terinspirasi sekaligus terlarik dari syair kedua lagu tersebut. Sehingga mereka yang tetap mengalunkan dua hits ini di kamar mandi maupun di panggung-panggungan jenaka komunitas, merasa hidupnya berubah sejak mendengarkan Smells dan Lithium.

Keduanya bukan hanya jadi soundtrack kehidupan remaja masa lalu, namun tembang-tembang ini menjadi pengatrol derajat musik sederhana berbalut fuzz dinamis, ke tingkatan yang lebih diakui lagi oleh para pendahulu pop sebelumnya. Dan eloknya lagi Nirvana beserta kedua lagu tersebut ditasbihkan sebagai pancaran cakrawala terbaik yang mewakili karya seni 3 dekade silam, oleh generasi kesenian selanjutnya. Baik itu konten seninya, maupun fashionnya.