Babak Membosankan Seri Messiah

Di tengah kecamuk dunia akan Perang Dunia ketiga dan kekacauan di semenanjung laut China, penyedia layanan streaming Netflix kembali berulah. Perusahaan asal California tersebut kembali bertingkah lewat seri kontroversialnya bertajuk Messiah. Sebuah karya yang digadang-gadang merepresentasikan figur Dajjal dalam peradaban modern.

Kecamuk pikiran makhluk hidup sedang terbagi, sebagian otak digunakan bekerja, sebagian lagi tersita oleh kekhawatiran akan hari akhir dunia. Gencar isu akhir zaman menjadi makanan laris yang habis di lahap pada beberapa dekade kebelakang. Belum habis ingatan buruk tentang bagaimana mengerikan nya film 2012, di 2020 Messiah menjadi penyeru dengan kisah 10 episodenya.

Messiah merupakan seri gubahan Michael Petroni dan disutradarai pengarah kontroversial James McTeigue yang menggawangi karya sekelas V For Vendetta. Selain McTeigue ada juga Kate Woods dengan sedemikian karya film serial nya. Series yang resmi tayang sejak 1 Januari 2020 ini di isi oleh para aktor-aktor berparas Timur-Tengah seperti Mehdi Dehbi, Tomer Siley serta agen cantik yang sukses dikemudikan Michelle Monaghan.

Petaka bagi Messiah sejatinya ada di episode awal. Tiga episode seri Messiah rasanya kurang menggait penasaran dan terkesan membosankan. Banyaknya tokoh yang dimunculkan pada babak awal dirasa kurang efektif, belum lagi peliknya permasalahan masing-masing karakter yang membuat cerita berputar. Justru Sang Messiah yang jadi peran utama kurang ditonjolkan kehadiran nya.

Memasuki pertengahan episode unsur dramatis dan puncak masalah mulai terasa menjadi. Magis dan representasi sosok Dajjal dari Sang Messiah kian dalam. Karakternya terbangun kuat lewat beragam konflik dengan kemunculan nya di tanah Amerika dan bertambahnya pengikut. Tidak lupa pula bagaimana drama-drama yang terjadi pada pengikutnya seaakan menjadi bumbu penyedap kelengkapan sebuah cerita akhir zaman.

Pelik cerita Messiah terasa nyata dan memiliki kedekatan emosional pada masa kini. Di kala manusia merasa kesulitan hidup yang semakin tinggi, kekhawatiran semakin menggunung, hilangnya kepercayaan pada pemerintah serta lepasnya kendali kepercayaan membuat semua sesat arah. Sosok layaknya Messiah muncul dengan dogma-dogma yang meyakinkan dan terasa rasional bak sebuah titik cerah digelap gulita, semua mata tertuju untuk percaya dan mengdewa padanya.