Akhirnya Ada Juga Pemecah Kemonotonan Film Rampok. Terima Kasih Money Heist!

Mari menengok kembali jenuhnya film dan seri bergenre crime dengan tema cerita perampokan yang nampaknya selalu ada yang baru dalam setiap tahunnya. Sedari cerita nyata riwayat hidup sang fenomenal John Dillinger dalam Public Enemies hingga yang fiksi penuh kemelut Italian Job, film-film perampokan selalu saja punya target yang sama, entah bank, emas, permata atau surat berharga. Hingga tiba masa di mana Money Heist atau La Casa Del Papel hadir dengan alur cerdik operasinya yang memecah monoton stigma.

Serial besutan Netflix ini kian jadi bahan pembicaraan khalayak maya setelah memasukin musim ke-empatnya. Kisahnya berawal dari rencana “Profesor” (Álvaro Morte) yang merekrut beberapa orang yang merupakan elit kriminal dan perampokan profesional untuk dibentuk menjadi tim beringas yang menargetkan percetakan uang Spanyol sebagai objek operasinya. Tiap-tiap anggotanya lalu diberikan kode nama berupa nama-nama kota besar dunia. Tokyo (Úrsula Corberó), Berlin (Pedro Alonso), Nairobi (Alba Flores), Rio (Miguel Herrán), Denver (Jaime Lorente), Bogota (Hovik Keuchkerian), Oslo (Roberto Garcia) dan Helsinki (Darko Peric) merupakan tim awal yang terbentuk. Serangkaian aksi brilian pun cermat arahan Professor, drama percintaan dan adegan-adegan pengaduk emosi jadi bumbu-bumbu penyedap cerita perampokan berkelas ini.

Pada perjalanan season ke 3 dan 4nya targetnya bergeser ke Bank Nasional Spanyol. Pada musim-musim ini, dinamika dramanya yang disajikan Money Heist lebih dominan ketimbang aksi perampokan cemerlangnya seperti di dua season sebelumnya. Namun nyatanya, romansa percintaan yang disaji tepat pada porsinya sebagai tuas pengaduk emosi di tengah aksi penggondolan ratusan kilo butir emas yang ada di berangkas super-besar Bank tersebut.

Menuntaskan keempat season seri kriminal ini adalah kewajiban bagi para penikmat seri-seri berfikir dan penuh patah cerita. Kejutan-kejutan yang ada di seri ini adalah cita rasa termahal yang nampaknnya belum tertandingi alurnya dalam dekade ini. Satu-satunya hal brengsek dari seri ini adalah taktik mengantung cerita di akhir episode seasonnya agar kian ditunggu kedatangan season selanjutnya.