Langkah Gemilang Babak Promosi Jägermeister

Beberapa brand minuman keras di tahun-tahun kebelakang nampaknya mulai sadar bagaimana berpromosi yang baik pada media sosial. Perkembangan cepat, kencangnya arus persaingan, serta besarnya animo masyarakat pada penggunaan produk digital ini menjadikan sosial media lahan subur untuk melakukan personal branding. Salah satu yang cukup vokal memanfaatkannya  Jägermeister.

Jägermeister bukan produk minuman baru. Minuman jenis liquor ini sudah lama meramaikan varian minuman di setiap etalase bar ataupun lounge di Indonesia. Produsen minuman bercita rasa herbal ini sendiri sudah berdiri sejak 1878. Jägermeister adalah produk unggul dari Mast-Jägermeister AG yang berpusat di Wolfenbuttel, Jerman. Dalam hal komposisi, Jägermeister sendiri terdiri dari 50 sari tumbuhan dan 6 tumbuhan utama yang dirahasiakan dengan kandungan alami.

Menariknya, minuman satu ini mulanya diperuntukan sebagai obat batuk hingga masalah pencernaan. Jägermeister bisa dikatakan menjadi salah satu minuman dengan kandungan alkohol cukup tinggi dengan presentase ABV sebesar 35% dalam tiap botolnya.

Pergerakan Jägermeister di Indonesia cukup menarik untuk jadi pembahasan. Brand satu ini cukup cerkas menelisik fenomena selebritis daring dan begitu padatnya arus sosial media netizen Indonesia. Jägermeister bisa dikatakan punya pilihan tepat. Brand asal Jerman tersebut menggandeng nama-nama beken seperti Danilla, Seringai, Kelompok Penerbang Roket, Sunmantra hingga Absar Lebeh (gitaris band Mooner). Hasilnya, Jägermeister cukup sukses memperoleh brand awareness melalui para pesohor ini.

Tidak hanya berhenti disitu, Jägermeister juga berinovasi lebih lanjut. Minuman dengan logo kepala rusa ini berkreasi dalam ranah musik, popular art dan event. Pergerakannya diberi tajuk Jägermusic Lab dan Escape 56 yang digelar di berbagai kota besar di Indonesia guna menghadirkan musisi-musisi dari kancah musik underground hingga para street artist lokal bertalenta dunia .

Melalui berbagai aktivitas dan ragam konten menarik yang ditayangkan pada sosial media, taktik Jägermeister cukup menarik untuk dijadikan percontohan. Dapat disimpulkan juga bagaimana brand minuman beralkohol bisa dengan leluasa berpromosi dan menjaring masa hingga produk mereka menjadi talk of the town di jagad maya. Kepiawaian Social Media Marketing yang mumpuni, pemilihan Key Opinion Leader yang sesuai dengan brand-nya sendiri, dan kecerkasan tim campaign dalam melakukan eksekusi akhir, adalah pelajaran yang bisa kita dapatkan dari brand awareness Jägermeister. Hail Jäger!