KRANS : Unit Pop Jogja Yang Menggelitik

Setelah merilis single pertama Dalam Diam di September 2019 lalu, KRANS yang terdiri dari Shofa Aditama dan Saga Satria kembali meluncurkan lagu secara digital. Satu lagu yang berjudul Ruang Tengah telah dirilis pada tanggal 21 Februari 2020.

Disinformasi yang kini sudah menjadi konsumsi warganet menjadi hal yang “dianggap” lumrah. Berita tanda tanya yang dipertanyakan sumbernya menjadi mudah dibagikan kepada sesama warganet. Banyak orang yang resah dengan adanya fenomena tersebut, namun hanya sedikit yang menyuarakan. KRANS yang juga resah dengan fenomena berita hoax tersebut mengambil tindakan dengan merilis lagu Ruang Tengah.

“Bentuk kekhawatiran ini karena kita telah beranggapan bahwa banyak peristiwa mudah dikemas rancu yang menyebabkan ricuh” ucap Saga (bassis). Juga pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan bahan adu domba, sehingga warganet juga mudah terprovokasi dan kemarahannya terbeli.

Sedangkan Shofa Aditama sebagai vokalis berpendapat, “Ini sebagai batas pengingat apakah demokrasi itu, bebas berpendapat atau bebas membenci?”. Seakan semuanya seenaknya sendiri ketika menyuarakan pendapat dengan dalih negara kita negara demokrasi. Demokrasi tidak melarang untuk berpendapat, namun demokrasi yang baik adalah demokrasi yang memanusiakan manusia.

Ruang Tengah adalah perantara kami dalam menyuarakan fenomena disinformasi yang tersebar dan diterima masyarakat luas. Hal itu disampaikan menjadi lirik yang tajam serta aktual. Cenderung berbeda dengan lagu KRANS yang sudah dirilis sebelumnya. 

Berkolaborasi dengan Anshar Aziz Machmuda sebagai produser sejak rilisan pertama, serta kali ini mempercayakan Vicky Unggul Bramantyo untuk memberikan sentuhan akhir di Ruang Tengah. Foto artwork di Ruang Tengah adalah foto yang diambil Yusuf  Mustakim dari kerusuhan pada tahun 2019 di depan gedung pusat Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU).