Kings of Convenience : Duo Maestro Folk-Pop Tersakral Awal 2000-an

Sementara hujan mulai mencurah di luar, mendobrak asbes lesu yang alirnya menembus plafon kamar sempit 3×4, tetesnya mulai kurang ajar masuk tanpa permisi, membasahi kasur kapuk hingga lepek dan menggusur sarang koloni bangsat di balik seprei. Masih pada latar kamar, sang penghuni masih diam, anteng menatap gawai seluler, dimulutnya setablet antihistamin diemut hingga larut, sementara speaker memutar keras-keras beberapa track folk-pop sakral dari King Of Convenience.

King Of Convenience merupakan moniker yang dipilih duo maestro indie-folk-pop asal Norwegia, Erlend Oye dan Eirik Glambek Oye. Ya, duo pemalu yang tahu bagaimana memperlakukan instrumen dan berbagi porsi vokal demi mengentaskan serangkaian notasi-notasi magis yang meneduhkan jiwa pendengarnya hingga larut dalam pukau dan berakhir terbengkalai lemas eargasme tak berdaya.

Keduanya memulai perjalanannya 21 tahun silam, dari dingin kota Bergen, petikan gitar di pojok kamar, saut vokal semaunya dan secarik buku lirik di yang lembar demi lembarnya kian penuh terisi. Petualangannya berlanjut ke debut album pertama yang diberi judul Quiet Is The New Loud pada 2001. Album berisikan 12 track yang punya pesan mendalam di setiap notasi akustik yang dihasilkan dari gitar kopong keduanya. Album yang berhasil pula mencuri sebagian perhatian dan sukses memalingkan sorot atensi para penikmat seni suara pada kemampuan antik keduanya di King Of Convenience. Namun sayang, pencapaian album tersebut tidak cukup menyenangkan bagi keduanya, King Of Convenience masuk ke masa hiatus selama beberapa tahun setelah perilisan Quiet Is The New Loud.

Memasuki akhir tahun 2003, duo ini kembalinya bersatu. Kali ini secara ajaib keduanya punya bahan mentah materi album kedua yang dipikirkan panjang masing-masing selama masa hiatusnya. Tajuk Riot on an Empty Street pun dikarang, perlu waktu 6 bulan bagi keduanya merampungkan ke 12 materi di dalamnya. Setibanya di bulan Juni, album kedua bertajuk Riot on an Empty Street dilepas ke peredaran.

Riot on an Empty Street tidak hanya sebatas bukti eksistensi KoC, album ini seakan menjadi kendaraan keduanya menuju popularitas lewat track-track bernas pendaki puncak tangga lagu. Homesick, Misread, Cayman Island, Know How dan I’d Rather Dance With You jadi bahan bakar King Of Convenience melesat.

Selepas gembar-gembor dan semua euforia di album keduanya, King Of Convenience melanjutkan pengembaraannya. Berselang 5 tahun, pada 2009 Declaration of Dependence pun lahir dan jadi album ketiga KoC. Album ini kembali sukses mendapat berbagai review positif dari berbagai pihak. Nomor terbaik Mrs.Cold, Boat Behind dan Second to Numb pun jadi jawara mendiamin chart teratas berbagai platform streaming musik.