Metallica, Kill “Em All : Album Pertama Sekaligus Tersangar dari Unit Thrash Paling Kult

Berbagai teknik mendasar yang seolah terkesan rumit padahal sebenarnya tidak terlalu sulit, mereka ejawantahkan dengan tepat di keseluruhan rangka album ini. Kenikmatan hakiki langsung terpapar dalam track ‘Hit The Lights’. Sound kasar namun tetap berterima di kuping, sungguh membuat perasaan yang sedang tersedu akibat tiada hentinya wabah Corona, beringsut agak sedikit terlupakan.

Isian-isian Kirk Hammet bagaikan monster muda yang beringas dan penuh nafsu untuk menerkam segala jenis dahaga lapar kerongkong metal melalui efek-efek macho yang dia tembakan di keseluruhan aransemen gitar. Pekak dan memberi semangat ganda. ‘The Four Horsemen’, ‘Motorbreath’, ‘Jump In The Fire’, merupakan keelokan terindah dari langkah awal James Hetfield (vokal, gitar), Lars Ulrich (drum), Kirk Hammet (gitar), dan almarhum Cliff Burton (bas) yang gemilang dalam memposisikan Metallica sebagai pelopor terbaik sekaligus terbenar di dalam genre Thrash Metal. Sebagai info, beberapa sebutan terhadap jenis musik seperti Metallica terkadang agak cukup membiaskan. Ada yang bilang Power Metal, Speed Metal, hingga Heavy Metal. Namun persetan dengan itu semua, yang penting ada track ‘Anesthesia’ dengan segala kegundahan komposisi instrumen bas Cliff Burton yang menyayat, lalu ‘Whiplash’ yang teramat bagus untuk tidak didengarkan. Kemudian ‘Phantom Lord’ yang mendekati nilai surga, dilanjutkan ‘No Remorse’ yang menjanjikan masa depan musik seperti Metallica akan mendapat kebahagiaan di kemudian harinya, dan ‘Seek & Destroy’ yang begitu menyihir kuping para pengagung metal untuk menjadikan Metallica sebagai kumpulan malaikat penyelamat lagu-lagu sangar.