Jumanji : Semakin Kebingungan dan Pasrah di The Next Level

Untuk kesekian kalinya cerita bersambung ini tetap mengandalkan arena video game sebagai tema besar keseluruhan film. Menghibur, namun tidak memberi harapan baru.

Kehadiran Danny DeVito dan Danny Glover dalam film Jumanji: The Next Level ini sarat akan unsur senioritas yang memberi pelajaran cara berakting mumpuni. Kemudian saat Dwayne Johnson aka The Rock, Jack Black, dan Kevin Hart bermain sebagai tokoh-tokoh permainan dalam Jumanji, hal tersebut malah seperti menjadi make up serta kepasrahan yang tak bertepi bagi isi filmnya sendiri
Dr Smolder Bravestone yang diperankan oleh The Rock, menjadi sosok kebingungan yang seakan tidak pernah peduli akan kepintaran maksimal yang sedang dimilikinya. Memang betul tokoh ini hanya ada dalam video game, dan pintarnya Bravestone adalah manipulasi permainan, akan tetapi hal ini justru malah membuat Dwayne terjebak di dalamnya. Di mana dia berusaha menghayati aktingnya, namun walhasil penghayatannya jadi seperti kebingungan dan kehilangan arah, antara harus berakting atau menghayati peran Dr Bravestone. Apalagi di situ dia harus menjadi sosok bingung. Jadilah unsur kebingungan yang ditonjolkan olehnya malah seperti menampilkan rentetan aksi-aksi absurd yang membingungkan.

Sementara kehadiran Jack Black sebagai perpanjangan dari tokoh Fridge yang menjadi karakter avatar Professor Sheldon ‘Shelly’ Oberon, seolah-olah ditempatkan hanya untuk menjadi kontrol dari kekonyolan-kekonyolan karakter video game lainnya yang ada dalam film ini.

Kevin Hart pun seperti banyak menahan kekuatan aktingnya agar tidak terlalu tampil habis-habisan. Mungkin ini lebih karena keinginan para penulis skrip, yakni Kasdan, Jeff Pinkner dan Scott Rosenberg, agar Kevin yang memerankan karakter Franklin ‘Mouse’ Finbar tetap berilusi dengan penokohan dirinya sebagai seorang Zoologist kelas kakap yang kebingungan dengan karakternya. Makin bingung, kan?

Cerita dibuka dengan suasana Christmas yang begitu hangat takala Martha (Karen Gillan), Bethany (Madison Iseman) dan Fridge (Anthony Johnson) sepakat untuk reunian setelah sekian lama mereka terlibat di dalam tragedi Jumanji yang cukup menyusahkan hidup mereka, di mana masing-masing terpisah oleh kesibukan untuk sekian lama. Di lain tempat Spencer (Alex Wolff) yang menjadi otak utama saat mereka masuk ke dalam video game Jumanji pada film sebelumnya (Jumanji : Welcome To The Jungle), nampak begitu sesak oleh kehidupan dia sebagai seorang pegawai toko retail yang digambarkan oleh sang sutradara Jake Kasdan bak remaja tanpa masa depan yang cerah.

Spencer memilih untuk melewatkan pertemuan dengan konco-konco terbaiknya tersebut. Ia malah memutuskan untuk memulai lagi episode terbaru petualangannya, dengan menceburkan diri lagi ke dalam video game Jumanji.

Sementara ketiga sahabatnya kebingungan mencari-cari keberadaan Spencer, karena Ia tidak menghiraukan chat di Whatsapp Group mereka, alih-alih untuk menghilangkan rasa penasaran ketiganya malah datang ke kediaman Spencer.

Dari situlah para lakon ini kembali tercebur ke dalam video game Jumanji. Agar tidak kebingungan, sebaiknya Anda tonton sendiri saja film Jumanji: The Next Level ini. Semoga tidak membingungkan.