Gerat Sound Ajaib Jimi Hendrix Dalam Both Sides Of The Sky

Dewa dari segala dewa gitar yang karya-karya monumentalnya sekarang mulai terabaikan, James Marshall ‘Jimi’ Hendrix, kelahiran 27 November 1942, 2 tahun yang lalu merilis tembang-tembang melodrama maha karya dia yang pernah terekam dalam bentuk mastering apik.

Karya-karya fenomenal semacam ‘Mannish Boy’, ‘Lover Man’, ‘Hear My Train A Comin’, ‘Stepping Stone’ terjulang dengan rapih penuh semangat membara, sehingga diyakinkan dapat memberikan udara segar hijau penuh keceriaan nan mendalam melalui sound-sound yang tergerat di dalamnya.

Selanjutnya gendang telinga kita akan dihantam secara bertubi-tubi oleh track-track bergema semacam ‘Power Of Soul’, ‘Jungle’, Things I Used To’ hingga ‘Georgia Blues’. Hendrix yang paling termashyur di seantero jagad bumi ini memang selalu berubah menjadi penyihir kelas kakap saat sedang memperkosa gitarnya. Terbukti dari kompilasi album ini, mulai lagu pertama hingga seterusnya kita seperti disuguhkan ekstasi gurih, tidak kemanisan dan tak pula keasinan, sehingga rohani ini akan tertegun terus untuk mendengarkan album “Both Sides Of The Sky” hingga usai.

Jimi Hendrix adalah pengecualian. Dia adalah malaikat spesial di dalam dunia rock. Gitarannya teramat bagus untuk tak didengarkan, sementara itu soundnya terlalu cepat pergi meninggalkan dunia ini. Padahal bumi ini masih memerlukan dia, sebagai patron yang benar dalam bernotasi secara blues, psikedelik, pop maupun rock.