Ketika Joe Pesci Menjadi Sosok Yang Sangat Keji di Goodfellas

Diadaptasi dari novel Wiseguy yang ditulis oleh Nicholas Pelligi, Goodfellas seperti sengaja dirancang oleh sutradara Martin Scorsese untuk menjadi film paling keji di era awal 90-an.

Kecamuk hantu berwujud mafia di Brooklyn pada tengah 50-an, menjadi momok menakutkan bagi para pelaku bisnis apapun. Entah itu pengusaha makanan, pelaku bisnis cigar, bahkan pemasok minuman. James Conway yang diperankan oleh Robert De Niro, menjadi malaikat dari mereka yang ingin menggeluti profesi bengis ini.

Seorang anak kecil keturunan Irlandia Amerika dari pihak ibu, dan bergaris Italia Amerika dari garis bapak, sukses menekuni lika liku kebengalan dari lingkungan tempat Ia tinggal. Notabene tempat ini sudah jauh dari kondusif, mental sebagian besar penghuninya rusak berat, baik secara akhlak maupun pikiran. Nama bocah pengejar mimpi untuk menjadi seorang penjahat ternama tersebut adalah Henry Hill, yang ketika besarnya diperankan oleh si necis Ray Liotta.

Setelah melalui proses pergaulan yang cukup berbelit, akhirnya Ia mengenal kuncen gangster yang bercokol tidak jauh dari apartemen tempat Henry tinggal, orang tersebut adalah si tangan dingin Paul Cicero (Paul Sorvino). Kemudian setelah Ia melewati masa remaja bersama Paul, lambat laun Henry terkoneksi dengan beberapa mafia kelas kakap, termasuk pencapaian di mana Ia bisa mengenal James Conway, tokoh mafia idola Henry sejak kecil, secara lebih mendalam. Bersama Tommy DeVito yang diperani Joe Pesci, mereka berdua menjadi kaki tangan James yang paling ditakuti sekaligus dibenci oleh warga Brooklyn.

Perampokan dan berbagai kekacauan dilakukan oleh Henry dan Tommy melalui mandat James. Pukul sana, tusuk sini, tembak situ, hajar belakang, sudah menjadi rutinitas yang dilakukan oleh duo bejat tersebut. Mereka berdua sudah sampai ke tahap santai saat menyembelih orang. Bahkan ketika Henry dan Tommy mencuri brangkas di sebuah maskapai, mereka melakukannya dengan sangat santai, ibarat melakukan pencurian di rumah sendiri.

Hingga tibalah mereka di sebuah masa pencapaian sukses dari segala nikmat. Uang tak berseri, perempuan cantik, senjata super lengkap, hingga suplai kokain yang tak pernah putus. Fase ini lambat laun seperti menjadi kiamat kecil bagi kehidupan ketiganya. Sebaiknya bagi pembaca yang belum pernah menonton film ini, segera pasang Netflix, dan masuklah ke dunia mafia yang sesungguhnya melalui Goodfellas. Sebuah cerita nyata yang diangkat ke layar perak, dan menjadi film ter-sukses di tahun 1990.