El Chapo: Si Kecil Yang Beringas

Merupakan salah satu serial khas Netflix, yang beberapa tahun belakangan ‘keseringan’ mengangkat tema Kartel ke dalam film-film buatannya. Meski terkesan mengikuti jejak sukses ‘Narcos’, ‘El Chapo’ mau tak mau harus mengakui, bahwa terdapat banyak elemen-elemen yang agak mirip dengan ‘Narcos’. Namun biar bagaimana pun ‘El Chapo’ cukup menghibur. Coba saja untuk mulai menontonnya.

Marco de la O sebagai pemeran Joaquin “El Chapo” Guzman, berhasil mengeluarkan sisi gelap dan dingin dari seorang El Chapo. Dia bergerak tipis dari seseorang yang tidak memiliki apa-apa, alias berasal dari keluarga miskin, untuk mewujudkan cita-citanya sebagai orang yang sukses di dalam bisnis hitam. Kemudian lika liku hidupnya membentuk El Chapo menjadi manusia yang terobsesi menjadi kaya, memiliki kuasa, wanita, tahta, serta kekuatan dalam menghimpun orang untuk memudahkan jalannya sebagai seorang penguasa.

Ditemani Tono yang diperankan oleh Alejandro Aguilar, El Chapo mengurai guritanya dalam berbisnis narkotika. Pada awalnya ia dianggap semut oleh para seniornya, hingga di kemudian hari El Chapo membuktikan bahwasanya seorang Joaquin “El Chapo” Guzman adalah jagoan sesungguhnya di dalam bisnis ini. Di beberapa adegan nampak Guzman benar-benar menegaskan, bahwa ia pribadi yang sungguh mutlak, preman paling preman dari segala jagoan.

Lumayan seru menyaksikan bagaimana dia berkiprah dari level yang paling rendah di Guadalajara Cartel. Di mana El Chapo mampu membuktikan terhadap seluruh orang yang meremehkannya, jika beliau sungguh memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam menangani bisnis kotor ini.

Momen-momen di mana El Chapo memengaruhi penguasa, lalu scene-scene ketika dia membuat para seterunya kebat kebit melihat kiprahnya yang dari hari ke hari kian membesar, dan seperti apa dia melakukan pelarian-pelarian, layak membuat serial ini dinobatkan sebagai salah satu hiburan dari Netflix yang lumayan ok untuk ditonton dari episode per episodenya.