Beetlefux : Dream Pop Not Dead

Pasca merilis single “Calme Celeste” (2017), belum ada kabar baru yang terdengar dari grup dream pop asal Medan, Beetleflux.

Adanya pergantian personil menjadi alasan utama mengapa Beetleflux terlihat seperti sedang vakum, baik dari segi rilisan yang tidak bertambah, dan eksistensi di panggung yang jauh berkurang.

Kini, dengan peralihan arah musik dan pergantian personil baru, Beetleflux akhirnya merilis EP terbaru yang berjudul Moonstruck.

Moonstruck yang berarti “unable to think or act normally, mentally unbalanced, dan lost in fantasy” menjadi tema besar di dalam EP ini.

Dalam proses pengerjaan EP ini, Aulia Nasution, vokal/gitar sekaligus penulis lirik, banyak terinspirasi dari film Spirited Away, One Flew Over The Cuckoo’s Nest dan album Deerhunter – Microcastle, The Walkmen – Everyone Who Pretended to Like Me Is Gone.

EP ini terdiri dari lima lagu, yaitu “Calme Céleste”, “Glitch”, “Hwyl”, “Glimmer Lights Inside The Cuckoo’s Head”, dan “Somber”. Lima lagu yang terdapat di dalam EP ini mencoba bercerita tentang sesuatu atau seseorang yang mengalami gangguan akibat tekanan dari lingkungan sekitarnya atau pikirannya sendiri, dan berusaha menjaga kewarasannya di dunia yang tidak lagi menuntut kewarasan.

Dara Delila dari grup indie pop Moongazing & Her, turut serta mengisi vokal di lagu “Glitch” dan “Glimmer Lights Inside The Cuckoo’s Head”.

Selain merilis EP ini dalam bentuk audio, Beetleflux secara berkala juga berencana untuk merilis seluruh lagu yang terdapat di dalam EP ini ke dalam bentuk video.

Moonstruck kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform music streaming. Video klipnya juga sudah bisa disaksikan di kanal youtube.

Links :