Selain Dewa 19 Ada Sheila on 7, Padi, Protonema, dan Pure Saturday

Selain Dewa 19, masih ada beberapa grup pop Indonesia lainnya yang memiliki materi-materi bernas, se-frekuensi dengan band pimpinan Ahmad Dhani tersebut.

Meski tidak terlalu muncul ke permukaan, namun nama-nama seperti Protonema, Sheila On 7, Padi, dan Pure Saturday adalah beberapa nama yang lumayan berbicara pada saat itu. Protonema dengan 2 hits seperti ‘Kiranya’ dan ‘Adinda’, menjadi pemantik musik pop lokal enak yang sentuhan aransemennya sukses menyentuh jiwa muda mudi kala itu.

Nada-nada musiknya romantis, lalu alunan notasinya begitu menyeruak batin. Kemudian eksekusi instrumen-instrumen musik lainnya berhasil menjadi penyeimbang yang kokoh bagi keseluruhan materi lagu Protonema. Sangat disayangkan, di awal 2000-an Micko sang vokalis meninggal, sehingga band ini tak begitu berbunyi lagi.

Sementara Sheila on 7 paten menjadi pop indah yang menutup manis pelbagai cerita manis di akhir dekade 90-an melalui lagu ‘Kita’ dan ‘Dan’. Dalam seketika demam Sheila on 7 menerbak rata di macam-macam kota Nusantara, sehingga menimbulkan candu yang luar biasa terhadap lagu-lagu mereka, dari segala kawula muda peminat lagu Duta, Eross dan kawan-kawan. Hingga hari ini mereka menjadi legenda hidup musik Indonesia dari Yogyakarta.

Di lain waktu ada Padi pimpinan Piyu, yang juga memulai pengelanaannya pada akhir 90-an. Mantan kru Andra Dewa ini berhasil membuat album pertama yang cukup elegan bernama ‘Lain Dunia’. Ramuan pop ‘lirik racun’ band dari Surabaya ini sukses telak mengajak penikmat karya musik pop kreatif anak bangsa untuk membeli kaset mereka serta memenuhi pertunjukan-pertunjukan dari band ini. Meski aksi dari gitaris Piyu sering kali berantakan saat tampil langsung di depan penonton, dan penampilan Fadli sang vokalis kerap kali membosankan, namun pada akhirnya lambat laun orang tak mengindahkan lagi kedua faktor tersebut, karena mereka sudah kepalang ‘keracunan’ oleh lagu-lagu ‘sakti’ Padi. Album ‘Sesuatu Yang Tertunda’ dari grup ini sukses berada di deret album lokal bersejarah.

Pure Saturday juga melakukan terobosan yang lumayan istimewa pada tengah 90-an. Grup asal Bandung ini berhasil memberi siraman pop a la band-band dari Inggris terhadap khasanah musik Indonesia. Meski secara tolak ukur keberhasilan (terhitung hingga hari ini) mereka hanya hinggap di titik ‘biasa-biasa’ saja, namun Pure Saturday adalah figur representatif gelora semangat yang tiada pudar dalam melajukan musik pop istimewa, seperti yang tertuang di dalam album-album mereka. Lagu mereka yang akan selalu dikenang ada tiga: Kosong, Coklat, dan My Desire.