Dare, Persembahan Tersakral Dari The Human League

Album ini merupakan paripurna pengundang dansa penuh enerjik maupun gerak pragmatis tempo sedang bagi pendengarnya. Arensemen yang taji yang dibuat memanjakan gendang telinga yang haus sentuhan-sentuhan elektro dan vokal ceria. Ulah sempurna pun bernas yang diinisiasi musikus synth-pop arus bawah The Human League di album ketiganya, Dare!

The Human League lahir di Sheffield, Inggris pada 1977 atas inventif Philip Oakey. Philip yang juga pengisi insturmen keyboard, keytar serta alih vokal di The Human League, jelas fasih betul mencetus irama synth-pop terperlente. Tak ayal The Human League masuk dalam klasemen dunia, walaupun pada era tersebut banyak tercipta irama emas dari berjuta band-band bernuansakan synth-pop yang meramaikan blantika musik Britania. Bukan hal mudah, memadukan irama elektro repetitif, kekhasan vokal dan stimulus nada yang memancing manusia berdansa kala memutar karyanya.

Kembali lagi ke album Dare, album ketiga The Human League ini berhasIl menjadi pelecut band tersebut menuju puncak kesuksesan. Setelah kurang sukses dengan dua album sebelumnya yang bertajuk Reproductin (1979) dan Travelogue (1980), Philip Oakey pun langsung memutar kendali kreatifnya.

Tembang-temnang terbaik dalam album, Dare! seperti The Sound Of The Crowd yang penuh beat pumping pembakar semangat, Do or Die dengan teknik instrument ajaibnya, I Am The Law dengan teatrikal lirik syahdunya, Seconds yang penuh kejutan-kejutan di tiap verse-nya, Love Action yang punya bebunyian futuristik dan The Phenomenon, Don’t You Want Me yang menjadi musik jampi-jampi terajaib pengundang ajojing sembari pendengarnya menasbihkan lirik populer di luar kepala.

Selama 43 tahun berkarya The Human League total telah membidani 9 album yang senantiasa sukses menembus review positif. Selain pada album Dare! The Human League juga punya serangkaian lagu populer seperti The Lebanon, Human, Together In Electric Dreams hingga Love I Action yang sama bertajinya menggedor gendang telinga dan memacu syaraf motorik pendengarnya untuk bergerak lebih luwes.