Cruel Intentions : Kumpulan Lagu Memorial di Dalam Sebuah Soundtrack Magis Penuh Pekat

Sebuah kumpulan Soneta tercerkas yang muncul pada 21 tahun lalu, dan menjadi kompilasi esai Gen X yang penuh cerita haru biru konyol dalam memulai perjalanan proses kedewasaan mereka.

Dimulai dengan hit dari trio Gothic Alternative asal Inggris, yang dulu sempat sangat diagungkan oleh dunia karena keglamoran musiknya, Placebo. Lagu ‘Every You Every Me’ dari band pimpinan Brian Molko ini menjadi sebuah awal yang sehat bagi kenikmatan isi soundtrack secara keseluruhan. Lalu menyusul ‘Praise You’ dari Fatboy Slim yang terlalu gampang untuk kita cintai saat pertama kali mendengarkan tembang ini.

‘Coffee and TV’ adalah tembang indies yang tidak pernah surut dari kata popularitas. Kehadiran lagu dari serdadu Brit Pop masa lalu super tenar yang disebut Blur ini, seperti menyiratkan bahwa setiap film bagus yang memiliki soundtrack bagus, pasti ada kontribusi besar dari band Inggris di dalamnya.

Lalu ada ajakan dansa tersurat dari salah satu korban stigma One Hit Wonder, Day One, duo a la kadar Inggris yang tetap berusaha untuk maksimal terhadap industri permusikan, namun hasilnya pun standar-standar saja, di mana mereka begitu tertolong karena salah satu lagu mereka ‘Bedroom Dancing’ berhasil dimasukan ke dalam soundtrack ini.

Kemudian secara berturut-turut para jagaoan di era tersebut silih berganti memasuki memasuki arena candu Cruel Intentions, seperti Counting Crows melalui ‘Colorblind’ yang sangat romantik, kemudian ‘This Love’ yang begitu pekat dan sedih dari Craig Amstrong dan madam shoegaze Elizabeth Frazier, ‘Comin Up From Behind’ yang dipenuhi nada pun intonasi kult dari Marcy Playground, dan salah satu lagu triphop terbaik dari era tersebut ‘Secretly’ persembahan Skunk Anansie, dan beberapa pengisi soundtrack lainnya yang lebih baik Anda dengarkan sendiri di Spotify sekarang juga.