Arise: Album Thrash Penuh Kenangan Dari Sepultura

Album ke 4 dari unit Thrash Metal terbaik kawasan latin, Brazil. Menjadi fenomena, karena Sepultura merekam ‘Arise’ secara maksimal, tanpa cacat, serta di waktu yang tepat. Hingga akhirnya pada saat itu hampir semua media memberi nilai mendekati 10 terhadap master piece ini.

Dikeluarkan tahun 1991, rombongan pemuda asal daerah keras Belo Horizonte yang dikomandoi oleh kakak beradik Max Cavalera (vokal, gitar) dan Igor Cavalera (drum) seolah memberi pelajaran kepada publik metal, bagaimana seharusnya membuat album metal yang bertenaga, dipikirkan secara seksama, dan dapat dinyanyikan oleh siapapun tanpa merasa lagu-lagunya kekencangan.

‘Arise’ adalah sebuah album pertunjukan mega jenius yang diejawantahkan ke dalam wadah audio. Dimulai dari lagu “Arise” yang mengeluarkan segala kemampuan pun pendidikan mumpuni mengenai kord-kord thrash dari kwartet Max Cavalera, Igor Cavalera, Paulo Jr. (bas), Andreas Kisser (gitar). Di sini Max seolah mengerti bagaimana menulis lirik yang dapat memancing koor masal dari penonton. ‘I see the world…old..old.. I see the world… dead.. dead..’

Dilanjutkan “Dead Embryonic Cells” yang intens. Aduh, lagi-lagi Max luar biasa terampil dalam meracik lirik nan eksotik. Meski terkemas oleh balutan musik super macho, lagu ini nyaman didendangkan berkat notasi-notasi catchy yang terkuak di dalamnya. Kalau boleh dibandingkan, ibarat lirik-lirik lagunya New Kids On The Block. Anda boleh menertawakan pendapat ini, tapi memang album “Arise” hampir semua lagunya bisa dinyanyikan seperti lagu-lagu pop yang hits berat.

“Desperate Cry” adalah teknik bergitar terbaik yang pernah dibuat oleh seorang Andreas Kisser. Selain menjadi penulis lagu, gitaris yang tetap awet muda hingga sekarang ini, sukses membuat komposisi buas dan amat terstruktur ke dalam lagu tersebut. Intronya sudah menjadi sejarah bagi anak-anak Metal masa lalu maupun masa kini.

Sisa lagu yang penuh kharisma dari album ‘Arise’ ini adalah “Altered State”, “Under Siege”, dan “Infected Voice”. Memang, duet Max Cavalera dan Andreas Kisser dalam hal menulis lagu tak bisa dielakan lagi. Mereka adalah dynamic jumbo terkeren di era itu.