Another Day: Langgam Rock Mewah The SIGIT

Di masa persalinannya, sekitar awal 2000-an, adalah hal yang lumayan sulit untuk melafal kepanjangan dari akronim The SIGIT. Namun beberapa belas tahun kemudian, sesudah lidah universal terbiasa menyebut nama tersebut, ditambah ketangguhan mereka dalam menyuguhkan atraksi musik melalui piring rock berkualitas fantastis, memori pun menghapus segala pemikiran mengenai nama, atribut, dan semua spekulasi positif negatif mengenai band ini. Karena The SIGIT telah menjadi kebanggaan daulat penikmat musik keras Bumi Pertiwi.

Lupakan isu lokal bahwasanya mereka dulu adalah pemburu Indies Kota Kembang. Karena grup ini seperti sudah mendapat penyepakatan dari para penyembahnya, jika The SIGIT adalah kumpulan tabib yang senantiasa memberi kesembuhan terhadap garda garis keras fanatik Rekti Yoewono (penyanyi, pemain gitar), Donar Armando (penggebuk drum), Farri Icksan (gitar, synths), serta Aditya Bagja (bas), melalui lagu-lagu rock populernya, yang kian tua semakin terdengar harmonis di telinga. Menurut saya, The SIGIT merupakan band rock yang progresi notnya membuat mereka kesusahan dimasukan ke dalam sebuah genre. Ya cukup Rock, saja.

Apalagi Jumat kemarin, 31 Juli 2020, seonggok langgam rock dinamis yang diberi nama ‘Another Day’ dirilis The SIGIT dengan penuh percaya diri. Sehingga yang mendengarkan pun terciprat sinar bahagia, sebagai hasil tebaran rona roma dari sebuah peluncuran lagu yang telah lama dinantikan.

Ada nama Absar Lebeh, yang dikenal sebagai skater plus-plus, dilibatkan The SIGIT untuk ikut mengisi gitar dalam lagu ini. Dia juga merupakan rekan Rekti di proyek Mooner. Meski tidak tahu bagian gitar Lebeh ada di sebelah mana, ‘Another Day’ merupakan gagasan tepat dari Rekti dan kawan-kawan untuk mengembalikan taji pun pesonanya yang sudah sekian puluh bulan diharapkan oleh handai taulan serta penggemar.

Dari awal musik berbunyi, ‘Another Day’ sudah memberi sinyal yang cukup baik, bagaimana kelanjutannya akan bergulir. Ternyata dugaan tersebut benar, setelah didengarkan secara penuh, eksekusi maupun komposisi lagunya terasa tebal, gurih, dan renyah dikunyah kuping. Berterima.

Karya ini tidak mungkin terjadi tanpa ribuan referensi. Bebunyian yang terdapat di dalamnya bak kumpulan kepekaan The SIGIT terhadap apa yang selama ini mereka anggap bagus. Tingkat kematangan isian-isiannya nampak dipikirkan betul. Dengar saja not-not yang mereka kuak ke dalam setiap bagannya, konseptual. Saya jatuh cinta terhadap suara latarnya.

2020 The SIGIT menunjukan supremasi kedewasaannya dalam bermusik. ‘Another Day’ memberi hiburan yang cukup berarti, sekaligus mengisi kebutuhan musik rock yang tidak pretensius, tetap berpijak di tanah, namun sanggup menjadi sajian yang mewah.

Foto: Refantho Ramadhan